Tesis
English text paraphrases produced by Indonesian advanced EFL students / Beleven Khrismawan
Abstrak
Kata Kunci Parafrase strategi kognitif strategi metacognitif Kompleksitas proses reformulasi teks sumber ditambah dengan kemungkinan kerentanan plagiasi telah mengarahkan penelitian ini untuk menyelidiki persepsi tentang parafrase proses kognitif dan meta-kognitif kualitas dan kesesuaian dari parafrase yang dihasilkan oleh pembelajar bahasa Inggris tingkat lanjut dengan latar belakang bahasa Indonesia pada program pascasarjana jurusan pengajaran bahasa Inggris. Penelitian ini dirancang dalam sebuah kerangka kerja kualitatif yang memenuhi kriteria penelitian kualitatif yang ditetapkan oleh Bogdan dan Biklen (1998). Latar penelitian ini mata kuliah Applied Linguistics mana siswa secara alami diharapkan untuk melakukan parafrase dalam proses mempersiapkan tugas-tugas tertulis mereka . Peneliatian ini melibatkan empat orang mahasiswa dari kelompok atas dan bawah yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Mereka melakukan tugas memparafrase kalimat dan paragraf. Pada saat yg bersamaan mereka melakukan laporan lisan dalam melakukan tugas parafrasa. Mereka selanjutnya mengiikuti wawancara retrospektif berkaitan dengan apa yang dilakukan dalam tugas parafrasa. Data dalam bentuk verbal kemudian ditranskripsi dan dianalisis untuk identifikasi strategi kognitif dan meta-kognitif berdasarkan kerangka strategi belajar yang ditetapkan Chamot dan Kupper (1989). Kualitas dari parafrase digambarkan berdasarkan Taksonomi parafrase Keck (2006) sementara ketepatan parafrase ditentukan dengan menggunakan aspek evaluasi yang disarankan oleh McCarty et.al (2009). Persepsi siswa tentang parafrase telah sesuai dengan definisi dan criteria yang diterima secara luas. Namun hal ini tampaknya tidak berkorelasi dengan parafrase dihasilkan. Hasil analisis laporan secara lisan menunjukkan bahwa siswa menggunakan berbagai strategi kognitif dan metakognitif. Strategi kognitif mencakup membaca potongan teks menggunakan sinonim mengevaluasi potongan teks membaca pernyataan asli secara penuh menggunakan kamus menggunakan tesaurus mengacu pada sintaks mempertanyakan parafrase ditulis sendiri mengevaluasi parafrase secara penuh mengubah urutan informasi membuat inferensi menemukan kata kunci mengenali struktur teks mempertahankan istilah teknis menulis kutipan / referensi mempertanyakan untuk pemahaman menggunakan hedging. Kelompok yang lebih rendah umumnya menerapkan strategi yang sama tetapi dengan penambahan strategi yaitu memeriksa sumber menggunakan antonim. Namun kelompok ini tidak menggunakan strategi penulisan kutipan / referensi. Sebagian besar strategi kognitif yang digunakan dalam tingkat kalimat juga digunakan pada tingkat paragraf dengan beberapa tambahan strategi yang spesifik untuk pengembangan paragraf dan sintesis seperti menemukan gagasan utama dan meringkas. Sebagian besar parafrase yang dihasilkan oleh kedua kelompok dikategorikan sebagai Revisi Moderat. Kelompok yang lebih rendah menghasilkan parafrase dengan kata-kata yang berurutan yang disalin kata demi kata dari sumber lebih banyak dari kelompok atas. Kelompok atas menulis parafrase yang lebih tepat terutama dalam hal cakupan dan makna secara keseluruhan. Kemampuan parafrase kelopok atas berada pada rentangan excellent very good sedangkan kelompok bawah berada pada kisaran fair- poor. Mengingat hasil tersebut penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi untuk pengajar bahasa Inggris mahasiswa lembaga dan peneliti selanjutnya. Bagi para guru dipandang penting untuk mengajarkan parafrase yang disajikan dengan kriteria penerimaan yang jelas . Kedua penting untuk memberikan perbedaan yang jelas antara parafrase dan meringkas. Ketiga sangat penting untuk memasukkan konstruk teks mining dan kegiatan yang mengintegrasikan pemahaman dan menulis informasi dari sumber tertulis lainnya. Akhirnya pengajaran parafrase harus disajikan dari awal belajar bahasa Inggris khususnya dalam pendidikan tinggi dan konsisten dipraktekkan oleh para mahasiswa. Untuk mahasiswa bahasa Inggris khususnya kelompok yang lebih rendah mereka perlu melakukan latihan intensif dengan tingkat kendala waktu rendah untuk secara bertahap mengembangkan keterampilan. Selain itu penting bahwa mahasiswa mencoba melakukan parafrase dengan cara yang lain dari seperti melakukannya dengan cara yang yang terpisah. Bagi institusi penting untuk membentuk aturan-aturan tertentu yang menggabungkan evaluasi kata berturut yang disalin langsung dari teks sumber. Untuk peneliti masa depan penelitian lebih lanjut dapat diperluas kepada kelompok bahasa yang lebih luas dan tingkat keahlian bahasa Inggris yang berbeda . Akhirnya penelitian yang lebih jauh berusaha untuk mencari kriteria evaluasi parafrase yang lebih layak untuk tujuan pendidikan bahasa dan pelatihan disarankan untuk dilakukan.