Skripsi
Pengembangan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran akuntansi pokok bahasan persamaan dasar akuntansi untuk siswa SMA di Malang / Irnawati
Abstrak
Kata Kunci Audio Visual Persamaan Dasar Akuntansi Proses pembelajaran perlu mendapatkan perhatian penuh karena kualitas belajar saat ini masih dikatakan cukup rendah artinya peran aktif dari siswa maupun guru untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar masih kurang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut adalah memberdayakan teknologi pembelajaran dan media pembelajaran di kelas. Media pembelajaran audio-visual merupakan salah satu media pembelajaran yang menghasilkan rupa dan suara dalam satu unit. Sehingga lebih menarik dan lebih mudah dipahami oleh siswa dalam proses pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran audio-visual ini dirancang sebagai media pembelajaran akuntansi untuk SMA dengan pokok bahasan persamaan dasar akuntansi. Karena pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi persamaan dasar akuntansi sebab tidak semua contoh-contoh kegiataan persamaan dasar akuntansi yang ada dalam buku teks disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti karena seringkali minim pembahasan. Persamaan dasar akuntansi merupakan materi yang membahas dan menarik kesimpulan tentang prinsip keseimbangan antara aset dan ekuitas menjelaskan rumus aset harus sama dengan kewajiban ditambah ekuitas dan hubungannya dengan konsep kesatuan usaha mengkaji pengaruh transaksi keuangan terhadap persamaan akuntansi mencatat transaksi keuangan ke dalam persamaan akuntansi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif. Model pengembangan deskriptif adalah model pengembangan dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Digunakan validasi dari ahli media ahli materi dan uji coba produk untuk mengetahui tingkat kelayakan produk. Data yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah instrumen berbentuk angket tertutup. Berdasarkan analisis data hasil uji coba berdasarkan kriteria kelayakan diketahui bahwa item pertanyaan yang berklasifikasi layak/tidak revisi sebanyak 13 item item yang berklasifikasi cukup layak/revisi sebanyak 3 item dan item yang berkualifikasi tidak layak /revisi sebanyak 0 item. Secara keseluruhan hasil uji coba media memiliki skor 1278 dengan tingkat kelayakan 87% sehingga berdasarkan krteria kelayakan produk dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tersebut layak/tida revisi dan tidak dilakukan uji coba ulang dari audiens (siswa kelas X dan XI SMA Wachid Hasyim).