Skripsi
Penerapan pembelajaran model kontektual untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS SDN Oro-oro Omba Kulon II Kecamatan Rembang Pasuruan / Yulia Andriana
Abstrak
Kata Kunci Pembelajaran Kontekstual Aktivitas Hasil belajar IPS SD. Berdasarkan observasi dengan siswa siswi kelas IV diketahui bahwa terdapat permasalahan yang cukup komplek pada pembelajaran IPS di kelas tersebut yaitu hasil belajar siswa rendah sulitnya materi pokok pada pembelajaran kurangnya komunikasi diantara mereka baik antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dan juga proses pembelajaran yang bukan berdasar pembelajaran kontekstual. Oleh karena itu pada penelitian ini di coba untuk menangani masalah rendahnya hasil belajar dengan model pembelajaran kontekstual melalui tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian adalah 1) mendiskripsikan penerapan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan Aktivitas siswa kelas IV dan 2) mendriskripsikan peningkatan Hasil belajar IPS pada pokok bahasan jenis-jenis kegiatan ekonomi masyarakat melalui penerapan pembelajaran kontektual di kelas IV SDN Oro-oro Ombo Kulon II Rembang kabupaten Pasuruan Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus Standar nilai ketuntasan minimal 70 dengan ketuntasan belajar kelas belajar kelas 90% dari jumlah subyek penelitian.Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi wawancara dan tes. Penerapan pembelajaran kontekstual pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh siswa sebelum penerapan pembelajaran kontekstual post test siklus I post test siklus II yang terus mengalami peningkatan yaitu pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa 58 5 pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 66 9 pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81 0 dalam minat belajar siswa mengalami peningkatan yaitu siklus I hanya 54% yang ingin mengikuti pembelajaran sedangkan siklus II sebanyak 89% yang ingin mengikuti pembelajaran begitu juga pada partisipasi pada siklus I hanya 14% yang benar-benar menemukan jawaban dan menuliskan di LKS sedangkan pada siklus II hampir 54% yang berpartisipasi kemudian dalam hal berkomunikasi menurut kelompok jigsaw pada siklus I hanya 7% sedangkan pada siklus II71% yang dapat berkomumkasi dengan baik.