Skripsi
Dinamika interaksi sosial masyarakat keturunan Madura di Dusun Pijetan, Desa Blayu, Kecamatan Wajak Kabupaten Malang tahun 1950-2012 / Qaharrudin Widyarto
Abstrak
Kata kunci dinamika interaksi sosial masyarakat keturunan Madura Identitas etnik Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan dinamika interaksi masyarakat keturunan Madura di daerah Desa Blayu secara diakronis. Masyarakat keturunan Madura sebagai salah satu kelompok dari etnis yang berbeda memiliki identitas etnik yang ditunjukkan saat berinteraksi dengan masyarakat Jawa dalam perkembangannya masyarakat keturunan Madura mengalami perubahan-perubahan yang mempengaruhi identitas etnik yang mereka akui. Perubahan tersebut terjadi pada bidang mata pencaharian pendidikan agama dan tradisi serta bahasa. Penelitian ini mendeskripsikan dinamika tersebut dalam suatu karya ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan sejarah masyarakat keturunan Madura di Desa Blayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang (2) dinamika interaksi sosial masyarakat keturunan Madura di Dusun Pijetan Desa Blayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang dan (3) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dari dinamika interaksi sosial pada masyarakat keturunan Madura di Desa Blayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi lima tahap yaitu pemilihan topik heuristik yang lebih ditekankan pada sejarah lisan dan ditunjang data dokumen verifikasi interpretasi dengan menggunakan teori konflik fungsional Coser dan hasil penelitian sebelumnya dan historiografi. Hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut (1) keberadaan masyarakat keturunan Madura di Desa Blayu diawali kedatangan keluarga Haji Idris pada masa sebelum kemerdekaan. Keberhasilannya dalam membuka lahan di daerah ini menarik suku Madura dari Sampang dan Bangkalan untuk ikut bermigrasi ke wilayah Desa Blayu dan membentuk kampung Madura di wilayah ini. (2) dinamika interaksi dalam kehidupan masyarakat keturunan Madura disebabkan oleh adanya interaksi dengan masyarakat Jawa melalui sarana-sarana pembauran berupa lahan pertanian sebagai tempat bekerja dan tempat mereka memperoleh pendidikan hal ini kemudian berpengaruh pada pemudaran identitas etnik Madura. Pemudaran juga disebabkan oleh melemahnya interaksi antara Suku Madura dengan masyarakat keturunan Madura yang dapat dilihat dari dinamika tradisi toron. Pengaruh pemudaran identitas etnik ini dapat dilihat dari pergeseran bahasa dan masuknya aliran agama Islam yang berbeda dengan yang telah umum dianut masyarakat Madura. Meskipun demikian masih ada tradisi kultural yang terjaga karena masih sesuai dengan kehidupan masyarakat sebagai keturunan Madura. (3) nilai pendidikan yang diperoleh adalah kompetensi individu mampu merubah masyarakat dan kekuatan historis dalam masyarakat bisa berperan sebagai pengikat yang kuat dan penjaga keutuhan masyarakat. Berdasarkan temuan penelitian ini beberapa saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya adalah pengkajian penggunaan bahasa Madura masyarakat Keturunan Madura di Jawa dari sudut pandang sosiologi dan sejarah pengkajian kehidupan masyarakat keturunan Jawa yang membaur dengan Suku Madura pengkajian interaksi dan perubahan yang terjadi pada kehidupan mahasiswa sebagai masyarakat majemuk dan pembuatan peta digital penyebaran budaya dan suku di Indonesia ataupun didaerah tertentu yang bisa di-update demi mendapat kevalidan data.