UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang / Noviana Hasnawati

Hasnawati, Noviana - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci metode karyawisata metode konvensional hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti pada guru dan siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang metode yang sering digunakan guru dalam pembelajaran IPS Sejarah adalah metode ceramah (konvensional). Pembelajaran konvensional menyebabkan kebanyakan siswa pasif dan tidak bersemangat kurang bisa memahami pelajaran sehingga hasil belajar kurang maksimal. Problematika lain yang dihadapi sekolah terutama dalam proses belajar mengajar adalah kurangnya sumber belajar selama ini siswa hanya mengandalkan LKS dan catatan dari guru mata pelajaran. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membangkitkan gairah siswa untuk belajar sehingga siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajar siswa dapat meningkat serta metode tersebut dapat memanfaatkan sumber belajar yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Metode yang dimaksud adalah metode karyawisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang Penelitian ini bertujuan (1) Menguji hipotesis hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di Kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Menganalisis perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design dengan populasi siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan metode karyawisata sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (aspek kognitif) dan dalam proses pembelajaran peneliti juga melihat aspek afektif siswa serta aspek psikomotorik (keterampilan berinteraksi/human relations bagi metode karyawisata). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar IPS Sejarah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan dibuktikan dengan analisis hipotesis yang menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh hasil yaitu thitung ttabel (2 568 2 021) dan sig 0.05 (0.014 0.05). Jadi nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 71 04 dan kelas kontrol 66 88. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode karyawisata berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Disarankan bagi peneliti yang mungkin tertarik dengan penelitian sejenis untuk melakukan pengembangan dalam keseluruhan aspek (metode instrumen sampel tempat) penelitian agar memperoleh hasil yang lebih baik. Kata kunci metode karyawisata metode konvensional hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti pada guru dan siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang metode yang sering digunakan guru dalam pembelajaran IPS Sejarah adalah metode ceramah (konvensional). Pembelajaran konvensional menyebabkan kebanyakan siswa pasif dan tidak bersemangat kurang bisa memahami pelajaran sehingga hasil belajar kurang maksimal. Problematika lain yang dihadapi sekolah terutama dalam proses belajar mengajar adalah kurangnya sumber belajar selama ini siswa hanya mengandalkan LKS dan catatan dari guru mata pelajaran. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membangkitkan gairah siswa untuk belajar sehingga siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajar siswa dapat meningkat serta metode tersebut dapat memanfaatkan sumber belajar yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Metode yang dimaksud adalah metode karyawisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang Penelitian ini bertujuan (1) Menguji hipotesis hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di Kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Menganalisis perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design dengan populasi siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan metode karyawisata sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (aspek kognitif) dan dalam proses pembelajaran peneliti juga melihat aspek afektif siswa serta aspek psikomotorik (keterampilan berinteraksi/human relations bagi metode karyawisata). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar IPS Sejarah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan dibuktikan dengan analisis hipotesis yang menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh hasil yaitu thitung ttabel (2 568 2 021) dan sig 0.05 (0.014 0.05). Jadi nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 71 04 dan kelas kontrol 66 88. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode karyawisata berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Disarankan bagi peneliti yang mungkin tertarik dengan penelitian sejenis untuk melakukan pengembangan dalam keseluruhan aspek (metode instrumen sampel tempat) penelitian agar memperoleh hasil yang lebih baik. Kata kunci metode karyawisata metode konvensional hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti pada guru dan siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang metode yang sering digunakan guru dalam pembelajaran IPS Sejarah adalah metode ceramah (konvensional). Pembelajaran konvensional menyebabkan kebanyakan siswa pasif dan tidak bersemangat kurang bisa memahami pelajaran sehingga hasil belajar kurang maksimal. Problematika lain yang dihadapi sekolah terutama dalam proses belajar mengajar adalah kurangnya sumber belajar selama ini siswa hanya mengandalkan LKS dan catatan dari guru mata pelajaran. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membangkitkan gairah siswa untuk belajar sehingga siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajar siswa dapat meningkat serta metode tersebut dapat memanfaatkan sumber belajar yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Metode yang dimaksud adalah metode karyawisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang Penelitian ini bertujuan (1) Menguji hipotesis hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di Kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Menganalisis perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design dengan populasi siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan metode karyawisata sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (aspek kognitif) dan dalam proses pembelajaran peneliti juga melihat aspek afektif siswa serta aspek psikomotorik (keterampilan berinteraksi/human relations bagi metode karyawisata). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar IPS Sejarah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan dibuktikan dengan analisis hipotesis yang menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh hasil yaitu thitung ttabel (2 568 2 021) dan sig 0.05 (0.014 0.05). Jadi nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 71 04 dan kelas kontrol 66 88. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode karyawisata berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Disarankan bagi peneliti yang mungkin tertarik dengan penelitian sejenis untuk melakukan pengembangan dalam keseluruhan aspek (metode instrumen sampel tempat) penelitian agar memperoleh hasil yang lebih baik. Kata kunci metode karyawisata metode konvensional hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti pada guru dan siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang metode yang sering digunakan guru dalam pembelajaran IPS Sejarah adalah metode ceramah (konvensional). Pembelajaran konvensional menyebabkan kebanyakan siswa pasif dan tidak bersemangat kurang bisa memahami pelajaran sehingga hasil belajar kurang maksimal. Problematika lain yang dihadapi sekolah terutama dalam proses belajar mengajar adalah kurangnya sumber belajar selama ini siswa hanya mengandalkan LKS dan catatan dari guru mata pelajaran. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membangkitkan gairah siswa untuk belajar sehingga siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajar siswa dapat meningkat serta metode tersebut dapat memanfaatkan sumber belajar yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Metode yang dimaksud adalah metode karyawisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang Penelitian ini bertujuan (1) Menguji hipotesis hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di Kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Menganalisis perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design dengan populasi siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan metode karyawisata sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (aspek kognitif) dan dalam proses pembelajaran peneliti juga melihat aspek afektif siswa serta aspek psikomotorik (keterampilan berinteraksi/human relations bagi metode karyawisata). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar IPS Sejarah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan dibuktikan dengan analisis hipotesis yang menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh hasil yaitu thitung ttabel (2 568 2 021) dan sig 0.05 (0.014 0.05). Jadi nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 71 04 dan kelas kontrol 66 88. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode karyawisata berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Disarankan bagi peneliti yang mungkin tertarik dengan penelitian sejenis untuk melakukan pengembangan dalam keseluruhan aspek (metode instrumen sampel tempat) penelitian agar memperoleh hasil yang lebih baik. Kata kunci metode karyawisata metode konvensional hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti pada guru dan siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang metode yang sering digunakan guru dalam pembelajaran IPS Sejarah adalah metode ceramah (konvensional). Pembelajaran konvensional menyebabkan kebanyakan siswa pasif dan tidak bersemangat kurang bisa memahami pelajaran sehingga hasil belajar kurang maksimal. Problematika lain yang dihadapi sekolah terutama dalam proses belajar mengajar adalah kurangnya sumber belajar selama ini siswa hanya mengandalkan LKS dan catatan dari guru mata pelajaran. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membangkitkan gairah siswa untuk belajar sehingga siswa menjadi lebih aktif dan hasil belajar siswa dapat meningkat serta metode tersebut dapat memanfaatkan sumber belajar yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Metode yang dimaksud adalah metode karyawisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang Penelitian ini bertujuan (1) Menguji hipotesis hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di Kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang (2) Menganalisis perbedaan hasil belajar IPS Sejarah antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode karyawisata dan metode konvensional di kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design dengan populasi siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan metode karyawisata sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (aspek kognitif) dan dalam proses pembelajaran peneliti juga melihat aspek afektif siswa serta aspek psikomotorik (keterampilan berinteraksi/human relations bagi metode karyawisata). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar IPS Sejarah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan dibuktikan dengan analisis hipotesis yang menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh hasil yaitu thitung ttabel (2 568 2 021) dan sig 0.05 (0.014 0.05). Jadi nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 71 04 dan kelas kontrol 66 88. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode karyawisata berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Malang. Disarankan bagi peneliti yang mungkin tertarik dengan penelitian sejenis untuk melakukan pengembangan dalam keseluruhan aspek (metode instrumen sampel tempat) penelitian agar memperoleh hasil yang lebih baik.


Informasi Detail
DDC
Rs 959.801076 HAS p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi S1 Pendidikan Sejarah, 2012.
Deskripsi Fisik
xii, 187 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
02907/KI/12
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri MAlang, 2012
Subjek
1. INDONESIA - SEJARAH KUNO - PRESTASI BELAJAR
2. INDONESIA - SEJARAH KUNO - MODEL PEMBELAJARAN

Pembimbing
1. Siti Malikhah Towaf ; 2. Deny Yudo Wahyudi
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik