Skripsi
Isolasi kitosan dari kulit udang Vannamei (penaeus vannamei) dan pemanfaatannya sebagai koagulan krom pada limbah industri penyamakan kulit / Fransiska Erik Mbubhu
Abstrak
Kata kunci kitosan krom limbah penyamakan kulit. Kitosan adalah hasil proses deasetilasi dari senyawa kitin yang banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan crustacea. Elektron pada atom nitrogen pada gugus amino yang dimiliki kitosan dapat mengikat ion-ion logam membentuk senyawa kompleks koordinasi yang stabil. Oleh karena itu kitosan dapat digunakan untuk mengkoagulasi logam berat hasil buangan industri seperti krom. Telah dilakukan penelitian untuk menurunkan konsentrasi krom(III) menggunakan kitosan hasil deasetilasi kitin dengan NaOH 50% dengan persentase penurunan konsentrasi krom(III) mencapai 85 34%. Oleh karena itu dilakukan penelitian lanjutan dengan lebih memperkecil waktu kontak yang digunakan untuk mengetahui persen kitosan hasil deasitilasi kitin dengan NaOH 50% dari kulit udang dan persentase penurunan kadar krom(III) dari sampel laboratorium dan sampel limbah cair dari industri penyamakan kulit serta waktu kontak yang efektif sebagai koagulan krom(III). Penelitian merupakan eksperimental yang dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Kitin diisolasi dari kulit udang Vannamei (Penaeus vannamei) dengan cara deprotinasi dan demineralisasi. Kitin yang diperoleh deasetilasi menjadi kitosan dengan menambah NaOH 50%. Kitosan yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan FTIR merk JASCO- tipe 5300. Kitosan yang diperoleh digunakan sebagai koagulan krom(III) sampel laboratorium dan sampel limbah cair dari bak penyamakan industri penyamakan kulit PT. NDK Singosari. Proses koagulasi dilakukan dengan variasi waktu kontak dan hasil koagulasi diukur dengan SSA merk Shimadzu- tipe AAG200 pada panjang gelombang 358 nm. Hasil penelitian yang diperoleh adalah spektrum IR kitosan hasil deasetilasi kitin yang menunjukkan puncak pada daerah 3743 23 3855 93 cm-1 sebagai indikasi gugus NH persentasi hasil kitosannya sebesar 52 07%. Waktu kontak yang paling efektif baik pada sampel laboratorium maupun sampel limbah adalah pada menit ke-135 dengan penurunan konsentrasi krom(III) masing-masing sebesar 21 9% dan 68 39%.