Skripsi
Hubungan persepsi terhadap keharmonisan keluarga dan konsep diri dengan perilaku delinkuensi pada remaja SMA di Kota Malang / Neksi Sefia Indriana
Abstrak
Kata Kunci persepsi terhadap keharmonisan keluarga konsep diri perilaku delinkuensi Perilaku delinkuensi saat ini menjadi permasalahan yang sangat memprihatinkan baik di lingkungan keluarga lingkungan pendidikan maupun lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan persepsi terhadap keharmonisan keluarga dengan perilaku delinkuensi (2) mengetahui hubungan konsep diri dengan perilaku delinkuensi (3) mengetahui hubungan persepsi terhadap keharmonisan keluarga dan konsep diri dengan perilaku delinkuensi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 191 siswa. Validitas instrumen menggunakan uji validitas konstruk dengan loading factor 1051986 0 50. Instrumen yang digunakan berupa skala persepsi terhadap keharmonisan keluarga dengan reliabilitas alpha cronbach 0 856 skala konsep diri dengan reliabilitas alpha cronbach 0 806 dan skala perilaku delinkuensi dengan reliabilitas alpha cronbach 0 795. Data dianalisis menggunakan uji korelasi product moment pearson dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1)ada hubungan negatif persepsi terhadap keharmonisan keluarga dengan perilaku delinkuensi dengan r 1051510 1051511 - 0 606 p 0.000 0 05 (2) ada hubungan negatif konsep diri dengan perilaku delinkuensi dengan r 1051510 1051511 - 0 645 p 0.000 0 05 (3) ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap keharmonisan keluarga dan konsep diri dengan perilaku delinkuensi dengan koefisien determinasi (R ) sebesar 0 512 atau 51 2 % dengan p 0 000 0 05. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada (1) pihak sekolah untuk memberikan outbond training kepada siswa (2) bagi para siswa dihimbau untuk mengikuti pelatihan di sekolah yang bertujuan untuk meminimalkan timbulnya perilaku delinkuensi (3) orangtua hendaknya tetap menciptakan suasana yang hangat dan demokratis didalam keluarga dan memotivasi anak untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh sekolah (4) peneliti selanjutnya diharapkan untuk mempertimbangkan variabel lain serta menggunakan desain yang lain agar penelitian ini lebih bervariasi.