Tugas Akhir
Pembuatan modul pengujian karakteristik beban generator AC 1 fasa / Febri Widhi Handoko
Abstrak
Kata kunci modul karakteristik beban dan generator AC satu fasa Permasalahan yang terjadi sekarang adalah sampai saat ini dalam pelaksanaan perkuliahan masih kurangnya sarana praktikum yaitu masih sedikitnya generator yang tersedia sehingga dalam perkuliahan mesin-mesin listrik atau PTL belum ada pengujian yaitu hanya sebatas ceramah-tanya-jawab diskusi kelompok kunjungan kerja dan bersifat konseptual. Dari permasalahan diatas maka diangkatlah judul tugas akhir tentang Pembuatan Modul Pengujian Karakteristik Beban Generator AC satu Fasa . Tujuan dan Manfaat yang diinginkan penulis dari penyusunan tugas akhir ini adalah (1 Mengetahui langkah merancang untuk modul pengujian karakteristik beban generator AC satu fasa (2 Mengetahui cara merakit dan mengoperasikan generator AC satu fasa untuk pengujian karakteristik beban (3 Mengetahui hasil pengujian karakteristik beban generator AC satu fasa (4 Bagi Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja cara membuat rancangan instalasi pengujian beban nol dan berbeban pada generator AC 1 fasa (4 Bagi Universitas Negeri Malang dapat menambah fasilitas praktikum di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dan meningkatkan makna labolatorium mesin listrik sebagai media penelitian dan (5 Bagi Masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai fungsi dari generator sehingga dapat menggunakan generator dengan seefektif mungkin dan memberikan pemahaman dalam aplikasi dari generator AC 1 fasa. Dalam melaksanakan pengujian tanpa beban dilakukan empat kali pengujian yang di awali dari putaran 1000rpm sampai dengan putaran 2400 rpm. Sedangkan untuk pengujian berbeban dilakukan tiga kali pengujian yaitu arus beban 6 4 dan 2 ampere dengan putaran massimal. Hal ini dilakukan supaya mendapat hasil yang seakurat mungkin. Bila arus magnetisasi ditambah terus pada suatu nilai Im tertentu ternyata tegangan output generator tidak banyak bertambah. Yang ditunjukkan oleh kurva yang melengkung dan akhirnya mendatar. Hal ini dikarenakan terjadi kejenuhan pada inti magnet utama (saturasi).