Skripsi
Pengembangan bahan ajar multimedia interaktif pada kompetensi sistem common rail direct injection dengan menggunbakan camtasia studio 7 untuk siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMKN 12 Malang / Yunus Ristan Hidayat
Abstrak
Kata Kunci Pengembangan Bahan Ajar Mulimedia Interaktif Camtasia Studio 7 Common Rail Diesel Injection System. Pengembangan media pembelajaran berbasis adobe flashdancamtasia studio 7 ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar software dengan judul Mulitmedia Interaktif Sistem Common Rail Direct Injection yang materinya disesuaikan dengan sajian materi dalam RPP di sekolah tersebut. Media pembelajaran yang dikembangkan dijadikan salah satu sumber belajar atau referensi di SMKN 12 Malang guna meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa sesuai dengan potensi keterampilan yang dimiliki siswa. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan Borg Gall (1983) research and development(R D). R D adalahSuatu proses yang digunakanuntukmengembangkandanmemvalidasiproduk-produkpendidikan. Model tersebutterdiriatas 10 (sepuluh) langkah yaitu (1) penelitiandanpengumpulaninformasi (2) perencanaan (3) pengembanganbentukprodukawal (4) ujilapangawal (5) revisiprodukutama (6) ujilapanglanjut (7) revisiprodukoperasional (8) ujilapangoperasional (9) revisiprodukakhir dan (10) diseminasidanimplementasi. Untuk mengetahui tingkat kevalidan kelayakan keterpakaian dilakukan uji kelayakan produk yaitu tahapujilapangawal media yang telahdiproduksiselanjutnyadiuji coba kepadaahli media dan ahlimateripembelajaranTeknik Motor Diesel SistemCommon Rail Direct Injection. Data diambil dengan menggunakan angket kemudian dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil uji coba pada tahap ahli materi memperoleh skor total 83% dengan kriteria valid sedangkan dari ahli media memperoleh skor 83% dengan kriteria cukup valid. Kemudian tahap uji coba kelompok kecil memperoleh skor total 82% sehingga dari uji coba yang dilakukan untuk media pembelajaran layak digunakan sebagai sumber belajar di SMKN 12 Malang. Dari hasil uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan media pembelajaran yang telah dikembangkan. Kelebihannya yaitu 1) media pembelajaran dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa 2) media pembelajaran disesuaikan dengan menggunakan prinsip pengetahuan yang bersifat fakta konsep dan procedural 3) model pengembangan yang disesuaikan adalah Borg and Gall (1983) yang sistematis dan sesuai untuk merancang pembelajaran lebih terarah.