Skripsi
Peranan Bethoro Katong dalam islamisasi di Ponorogo pada tahun 1482-1496 / Antika Christantina
Abstrak
Kata Kunci Agama Islam masyarakat Ponorogo Pada abad ke XV Ponorogo adalah merupakan daerah kekuasaan di bawah kerajaan Majapahit. Dengan demikian maka dapat di ketahui bahwa Kerajaan Majapahit menganut agama atau kepercayaan dan juga kebudayaan Hindu-Budha sehingga pada masa itu Wengker juga menganut agama dan kepercayaan serta kebudayaan Hindu-Budha. Pada saat Islam masuk dan berkembang di Ponorogo terjadilah akulturasi budaya asli dari masyarakat setempat dengan agama dan kepercayaan baru yaitu Islam. Masa tersebut adalah masa peralihan istilah tersebut adalah istilah dimana suatu periode transisi dari zaman Hindu-Budha ke zaman Islam secara resmi. Masuk dan berkembangnya Islam di Ponorogo menurut tradisi setempat tidak lepas dari peran Bethara Katong Islam mulai berkembang di Ponorogo ketika Bethara Katong dinobatkan menjadi Adipati di daerah Ponorogo. Untuk itulah penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai masuk dan berkembangnya agama Islam pada masyarakat di Ponorogo. Dengan beberapa permasalahan diantaranya adalah (1) Mengenai masayarakat Jawa di masa akhir Majapahit (2) Keadaan Ponorogo sebelum agama Islam masuk (3) Proses Islamisasi oleh Bethara Katong di Ponorogo (4) Strategi Islamisasi yang dilakukan oleh Bethara Katong di Ponorogo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dan juga metode kompilatif. Metode penelitian memaparkan tentang proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Secara teoritis penulisannya meliputi pemilihan topik heuristik yaitu sumber data primer dan sekunder kritik sumber dan Historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Adanya perebutan kekuasaan serta perselisihan keluarga Kerajaan Majapahit yang berlarut-larut serta terjadi secara terus menerus menimbulkan peperangan antara keluarga kerajaan. Masa akhir Majapahit telah meninggalkan permasalahan keagamaan yaitu masalah perkembangan agama Hindu (Siwa) dan agama Budha. Adanya gejala kemunduran agama Siwa dan Budha serta menghilangnya peranan agama Budha yang ketika itu disebabkan karena terjadinya hubungan yang erat diantara kedua agama tersebut. (2) Sebelum agama Islam masuk Ponorogo adalah bagian dari daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit sebelum agama Islam masuk di Ponorogo agama yang ada di Ponorogo adalah agama Hindu dan agama Budha. (3) Agama Islam masuk ke Ponorogo dimulai ketika Adipati Terung adik dari Raden Patah mendapatkan perintah langsung dari Raden Patah untuk menaklukkan daerah sebelah timur. Daerah sebelah timur tersebut diantaranya adalah Ponorogo. Ketika Itu Ponorogo dipimpin oleh seorang Adipati Bethara Katong. Pada saat penakhlukan Raden Patah diangkat sebagai Sultan di Demak pada tahun 1481 M. Islam masuk di Ponorogo sekitar 1482 M hal tersebut dapat dilihat pada batu peninggalan Bethara Katong yang ditemukan di daerah sekitar Telaga Ngebel. (4) Berkembangan agama Islam di Ponorogo sangat dipengaruhi oleh peranan Bethara Katong. Cara-cara yang dilakukan oleh Bethara Katong tidak lepas dari saluran-saluran Islamisasi yang berkembang di Nusantara. Cara-caranya diantaranya adalah (a) kesenian (b) pengaruh politik (c) perkawinan (d) strategi kultural. Berdasarkan kesimpulan maka disarankan (1) Dilestarikan dan dipelajarinya sejarah lokal khususnya sejarah lokal Ponorogo maka akan semakin menjaga kearifan lokal yang ada. Dengan melestarikan sejarah yang telah ada dan berkembang maka menjadikan suatu kebanggaan dan keunggulan terhadap kota Ponorogo. (2) Keikut sertaan masyarakat kota Ponorogo dalam melestarikan kebudayaan Indonesia akan mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan yang dianut oleh masing masing umat beragama. (3) Penelitian tentang Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Masyarakat Ponorogo ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa jurusan sejarah tentang sejarah lokal yang ada dan berkembang di Indonesia. (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan apabila meneliti dengan tema yang sama sebisa mungkin fokus penelitian lebih luas dan lebih banyak serta lebih kreatif. Sehingga bisa memberikan tambahan ataupun saran dan kritik yang lebih membengun. Dengan demikian para pembaca bisa dengan mudah memahami apa yang peneliti maksud dan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang luas tentang siapa sebenarnya Bethara Katong dan dengan demikian kearifan lokal bisa tetap terjaga dengan baik.