Tugas Akhir
Aplikasi mikrokontroler sebagai kendali suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya pada ruang budidaya jamur / Eva Nurlaili
Abstrak
Kata kunci SHT11 LDR Switch LCD ATmega 8535 Sebagian besar wilayah di Indonesia sangat bagus untuk budidaya jamur karena alam Indonesia yang hangat dan lembab dan jamur akan tumbuh bila dikondisikan sesuai dengan persyaratannya. Budidaya jamur dapat dilakukkan dengan mudah dan. Budidaya jamur dapat dipakai menjadi peluang usaha atau peluang bisnis yang menjanjikan karena kebutuhan pasar dan hasil produksi masih jauh. Tugas akhir ini adalah aplikasi mikrokontroler sebagai kendali suhu kelembaban udara dan intensitas cahaya pada ruang budidaya jamur tiram dengan mikrokontroler. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu sensor SHT11 mendeteksi suhu dan kelembaban udara dalam ruang jamur dan sensor LDR mendeteksi intensitas cahaya. Sinyal atau data yang berasal dari sensor-sensor tersebut diproses dan dikontrol oleh mikrokontroler ATmega 8535. Mikrokontroler berfungsi untuk mengontrol input dan output. Saklar pada ruang jamur berfungsi untuk memilih kondisi pada fase inkubasi atau fase pembentukan tubuh buah. LCD berfungsi untuk menampilkan suhu dan kelembaban yang terukur. Berdasarkan hasil perancangan pembuatan pengujian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut (1) Perancangan alat meliputi rangkaian sensor SHT11 LDR switch minimum sistem mikrokontroler ATmega 8535 LCD driver transistor dan driver relay. (2) Pembuatan alat sesuai dengan perancangan alat dan prototipe ruang budidaya jamur bekerja sesuai dengan instruksi yang diinginkan. (3) Ruangan jamur yang dapat diubah sesuai kondisi switch yaitu switch 0 untuk masa inkubasi dan switch 1 untuk masa pertumbuhan. Pada masa inkubasi membutuhkan suhu kurang dari 30oC kelembaban lebih dari 80% dan tanpa cahaya. Pada masa pertumbuhan membutuhkan suhu kurang dari 26oC kelembaban lebih dari 90% dan memerlukan cahaya matahari maupun cahaya dari lampu neon. Suhu dan kelembaban ditampilkan oleh LCD.