Skripsi
Perbedaan penerapan model pembelajaran quantum teaching-snowball throwing dengan direct instruction terhadap motivasi dan hasil belajar TIK siswa kelas VII SMPN 1 Srengat / Putriana Prihadi
Abstrak
Kata kunci pembelajaran Quantum Teaching Snowball Throwing pembelajaran Direct Instruction motivasi belajar hasil belajar. Proses belajar dan mengajar merupakan wadah fenomena yang kompleks. Segala sesuatu yang berkaitan dengan belajar begitu sangat berarti. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 1 Srengat diketahui beberapa hal diantaranya pembelajaran TIK yang berlangsung di kelas cenderung menggunakan cara belajar langsung (Direct Instruction). Pada saat kegiatan belajar mengajar siswa cenderung pasif dan kurang termotivasi karena pembelajaran di kelas masih berorientasi pada guru (teacher centered). Dampaknya hasil belajar siswa kurang memuaskan. Oleh karena itu guru perlu menciptakan pembelajaran aktif yang dapat menimbulkan motivasi pada diri siswa agar siswa mempunyai prestasi yang optimal. Pembelajaran Quantum Teaching Snowball Throwing merupakan perpaduan pembelajaran di mana kegiatan dengan peran dan fungsinya yang saling mendukung untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang lebih variatif dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran Quantum Teaching Snowball Throwing dibandingkan siswa yang diajar dengan pembelajaran Direct Instruction. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 1 Srengat. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik tidak acak dengan pertimbangan penyamaan beban kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen perlakuan (silabus RPP hand out dan worksheet) dan instrumen pengukuran (tes hasil belajar angket motivasi dan lembar observasi). Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan pada kelas eksperimen persentase keseluruhan siswa yang sangat termotivasi sebesar 71% dengan rata-rata 82 sedangkan pada kelas kontrol hanya 31% dengan rata-rata 77. Hasil belajar kognitif kelas eksperimen dengan nilai rata-rata sebesar 82 2 sedangkan nilai ratarata kelas kontrol sebesar 79 1. Hasil belajar afektif kelas eksperimen dengan nilai rata-rata sebesar 79 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70. Hasil belajar psikomotor kelas eksperimen dengan nilai rata-rata sebesar 77 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70. Kesimpulan hasil belajar kognitif afektif psikomotor dan motivasi belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol.