Skripsi
Analisis variasi pasir cetak lokal Jawa Timur terhadap kekuatan cetakan pasir, fluiditas, dan kualitas hasil coran logam AL-SI dengan metode gravitasi casting / Uswatun Solekah
Abstrak
Kata Kunci Pasir Cetak Kekuatan Coran Pasir cetak merupakan salah satu komponen yang paling penting pada proses pengecoran logam. Komposisi pasir cetak yaitu pasir kuarsa tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jenis pasir kuarsa yang terdapat di wilayah Indonesia bermacam-macam tingkat kehalusan ukuran pasir dan bentuk pasirnya. Pasir cetak yang dipakai dalam proses pengecoran logam dimungkinkan dapat mempengaruhi kualitas hasil pengecoran logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pasir cetak dari daerah manakah yang dapat menghasilkan kekuatan cetakan pasir yang lebih tinggi untuk mengetahui kualitas hasil coran logam Al-Si menggunakan pasir lokal Jawa Timur untuk mengetahui pasir cetak dari daerah manakah yang dapat menghasilkan fluiditas coran logam Al-Si yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental teknik analisis menggunakan analisis uji beda dengan Kruskal Wallis dan analisis dekriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis kekuatan tekan geser tarik pasir cetak dari masing-masing daerah. Teknik analisis uji beda Kruskal Wallis digunakan untuk menganalisis perbedaan kekuatan tekan geser tarik pasir cetak dari masing-masing daerah. Hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut (1) kekuatan tekan basah yang paling tinggi adalah Pasir Madura sebesar 11 47 (N/cm2) kekuatan geser basah yang paling tinggi adalah Pasir Tuban sebesar 4 1 (N/cm2) kekuatan tarik basah yang paling tinggi adalah Pasir Madura sebesar 0 53 (N/cm2) kekuatan tekan kering yang paling tinggi adalah Pasir Tuban sebesar 12 17 (N/cm2) kekuatan geser kering yang paling tinggi adalah Pasir Tuban sebesar 4 28 (N/cm2) kekuatan tarik kering yang paling tinggi adalah Pasir Tuban sebesar 0 67 (N/cm2) permeabilitas yang paling tinggi adalah Pasir Tuban sebesar 240 (2) fluiditasnya dilihat dari panjang akhir logam hasil coran adalah pasir Tuban 1318 mm Pasir Madura 1246 mm dan Pasir Malang 1313 mm. (3) kualitas hasil coran dilihat dari cacat coran cacat coran yang paling dominan menggunakan pasir Tuban adalah cacat sirip cacat coran yang paling dominan menggunakan pasir Madura adalah cacat rongga udara dan lubang cacat hasil coran yang paling dominan menggunakan pasir Malang adalah cacat cetakan rontok dan kekasaran (4) ada pengaruh variasi pasir cetak lokal Jawa Timur terhadap kekuatan tekan basah pasir cetak ada pengaruh variasi pasir cetak lokal Jawa Timur terhadap kekuatan tekan kering pasir cetak tidak ada pengaruh variasi pasir cetak lokal Jawa Timur terhadap kekuatan geser basah pasir cetak ada pengaruh variasi pasir cetak lokal Jawa Timur terhadap kekuatan geser kering pasir cetak tidak ada pengaruh variasi pasir cetak lokal Jawa Timur terhadap kekuatan tarik basah pasir cetak ada pengaruh variasi pasir cetak lokal Jawa Timur terhadap kekuatan tarik kering pasir cetak. ii Saran yang dapat diberikan sesuai penelitian adalah sebagai berikut (1) industri pengecoran di daerah Malang cukup menggunakan pasir kali dari daerah Malang untuk pengecoran logam aluminium (2) peneliti selanjutnya dapat meneliti kekuatan pasir cetak apabila Pasir Madura pasir Malang pasir Madura dicampur yaitu campuran antara pasir Tuban-Malang Madura-Malang Tuban-Madura. (3) masyarakat di daerah Malang dapat mengambil sumber daya alam berupa pasir kali untuk industri pengecoran logam (4) kualitas hasil coran tidak hanya dilihat berdasarkan fluiditas dan cacat hasil coran tetapi dapat dilihat dengan foto mikro.