Skripsi
Musuh dalam selimut: Mencari akar penyebab kemumnduran industri bubut kayu pada masyarakat Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar tahun 1990-2010 dan relevansinya terhadap pendidikan / Eka Metta Hariyani
Abstrak
Kata Kunci konflik kemunduran industri kerajinan bubut kayu pendidikan Masyarakat Kelurahan Tanggung sebagian besar bekerja sebagai perajin bubut kayu. Industri kerajinan bubut kayu di Kelurahan Tanggung sudah ada sejak tahun 1910. Industri kerajinan bubut kayu mulai mengalami pertumbuhan mulai tahun 1990. Pada tahun 1998 industri kerajinan bubut kayu mengalami kejayaan karena penjualan mengalami puncaknya. Industri kerajinan bubut kayu mengalami kemunduran mulai tahun 2006 yang dikarenakan faktor intern masyarakat Kelurahan Tanggung. Tujuan penelitian ini adalah (1)Menjelaskan bagaimana sejarah industri kerajinan bubut kayu Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar (2) Menjelaskan proses kemunduran industri kerajinan bubut kayu Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar tahun 1990-2010 (3) Menjelaskan relevansi penelitian ini terhadap pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial. Terdapat empat langkah yang ditempuh yakni pemilihan topik heuristik kritik interpretasi hingga historiografi. Pemilihan topik menggunakan dua pendekatan yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. Heuristik adalah pengumpulan sumber sejarah yang terdiri dari sumber primer sekunder dan tersier. Kritik bertujuan untuk mencari kebenaran dengan cara mengecek keabsahan data yang telah diperoleh. Dalam metode sejarah kritik (verifikasi) sumber dapat dilakukan dengan dua cara yaitu kritik eksternal dan internal. Interpretasi atau penafsiran ada dua cara yaitu analisis dan sintesis. Hasil interpretasi kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan yang disusun secara kronologis. Hal ini biasa dikenal dengan istilah historiografi yang merupakan tahap akhir dari penelitian sejarah. Hasil penelitian ini adalah (1) Industri kerajinan bubut kayu berawal tahun 1910. Pada tahun 1990-1998 industri kerajinan bubut kayu mulai berkembang. Periode ini tingkat pendidikan gaya hidup Kelurahan Tanggung masih sederhana dan status sosial masih didasarkan pada jenis pekerjaan. Periode tahun 1998-2006 industri kerajinan bubut kayu berkembang pesat. Periode ini tingkat pendidikan gaya hidup sudah tinggi dan status sosial masih didasarkan pada kekayaan. Tahun 2007-2010 mengalami kemunduran. Saat itu tingkat pendidikan masih tinggi gaya hidup menurun dan status sosial masih didasarkan pada kekayaan. (2) Industri kerajinan bubut kayu mengalami kemunduran karena konflik antar sesama perajin bubut kayu dan konflik antara pengurus dan anggota P2BKKT yang berdampak pada tingkat pendapatan perajin bubut kayu. (3) Relevansi pendidikan bagi pemerintah Kota Blitar terkait dengan kebijakan pemerintah dalam memberikan kebijakan tentang bermasyarakat dan juga berorganisasi. Relevansi penelitian ini terhadap pendidikan formal adalah digunakan sebagai sumber belajar siswa SMP kelas VII semester 1 dengan standar kompetensi dua yakni memahami kehidupan sosial manusia dengan kompetensi dasar 2.4 Menguraikan proses interaksi sosial. Relevansi penelitian ini pada pendidikan bagi Pemerintah Kota Blitar yakni untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terjadi konflik relevansi penelitian ini untuk pendidikan non formal dapat dijadikan sebagai refleksi masyarakat industri agar dapat menjaga kerukunan agar tidak terjadi konflik yang tentunya merugikan mereka sendiri dan relevansi penelitian ini untuk pendidikan informal yakni digunakan sebagai salah satu wacana untuk mendidik anggota keluarga agar tidak terlibat konflik dalam kehidupan bermasyarakat.