UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Makna simbolis tari kendayaan pada kesenian terbang laro di Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan / Deyda Megawa Priatna Putri

Putri, Deyda Megawa Priatna - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci Tari Kendayaan bentuk penyajian makna simbolis Tari Kendayaan pada kesenian tradisional Terbang Laro merupakan hasil kebudayaan olah seni tari dan musik yang diturunkan secara turun menurun dari masyarakat Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan sehingga memiliki tema spiritual dan agraris sesuai dengan ciri masyarakat Desa setempat. tari Kendayaan di pilih sebagai fokus utama penelitian karena tari Kendayaan merupakan bagian utama dari rangkaian kesenian Terbang Laro yang dalam bentuk penyajiannya di tampilkan oleh empat orang penari. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu bentuk penyajian dan makna simbolis tari Kendayaan yang mencakup gerak tata rias tata busana musik dan pola lantai. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif karena data dan informasi yang peneliti kumpulkan lebih banyak bersifat keterangan atau penjelasan dan bukan berbentuk angka. Berdasarkan hasil temuan di lapangan diperoleh beberapa kesimpulan. Bentuk penyajian tari Kendayaan dibedakan atas 3 bagian yang masing masing bagian mempunyai makna simbolis yaitu Pada bagian awal adalah pembuka kesimpulan dari makna simbolisnya adalah sebelum melaksanakan sesuatu hendaknya kita mengucapkan salam. Pada bagian tengah manusia hendaknya tidak boleh takabur dan selalu ingat kepada Allah. Pada bagian akhir sembahan yang artinya pada setiap pertemuan atau perpisahan hendaknya kita harus selalu mengucapkan salam. Makna simbolis tari Kendayaan adalah salah satu bentuk tari pemujaan leluhur sebagai ritual pengharapan pengharapan kesehatan (seger waras) keselamatan (selamet) dan kesuburan. Makna eksistensi tari Kendayaan tampak lebih sebagai media dalam berbagai rituals bahkan di ikuti dengan metodelogi yang memberikan dukungan terhadap kelangsungan eksistensinya. Secara keseluruhan makna yang disampaikan adalah nasehat tentang keimanan nilai-nilai kehidupan pemahaman tentang syariah islam filosofi budaya tradisional yang berakar pada nilai islam. Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian ini adalah tari Kendayaan adalah tari yang bernafaskan islam hal ini terlihat dari pemakaian alat musik dan syair yang sesuai dengan ajaran islam tari Kendayaan ditarikan oleh 4 penari wanita secara keseluruhan makna yang disampaikan dari tari Kendayaan adalah nasehat tentang keimanan dan syariah islam. Tari Kendayaan mengalami ancaman yang cukup serius untuk itu penulis berharap agar PEMDA menyediakan tunjangan khusus bagi pelestari budaya tradisional yaitu para pelaku seni Terbang Laro dan tari Kendayaan pada khususnya.


Informasi Detail
DDC
Rs 793.3195982 PUT m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, 2012.
Deskripsi Fisik
ix, 111 lembar : il, tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03398/KI/12
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2012
Subjek
1. TARI KENDAYAAN - MAKNA SIMBOLIS
Pembimbing
1. Ninik Harini ; 2. Tri Wahyuningtyas
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik