Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran seni rupa kompetensi apresiasi topeng Malang untuk siswa SMP / Putri Mia Rahayuningtyas
Abstrak
Kata Kunci Pengembangan Modul Apresiasi Seni Rupa Topeng Malang Dalam kurikulum Pendidikan Seni tahun 2006 terdapat kompetensi dasar yang yang mengacu pada kesenian daerah nusantara dan mancanegara. Lingkup seni rupa yaitu berupa seni rupa terapan daerah setempat khususnya untuk di daerah Malang terdapat kesenian tari topeng. Selama ini bahan ajar tentang kesenian daerah banyak ditemukan pada kompetensi ekspresi sedangkan untuk yang kompetensi apresiasi belum ada. Oleh karena itu modul pembelajaran seni rupa kompetensi apresiasi Topeng Malang perlu dikembangkan untuk siswa SMP. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan produk berupa modul pembelajaran seni rupa kompetensi apresiasi Topeng Malang untuk Siswa SMP di Malang dan mengetahui kesesuaian/kelayakan modul hasil pengembangan digunakan sebagai salah satu bahan ajar untuk siswa SMP di Malang terhadap kesenian daerah Topeng Malang. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (Sukmadinata 2005) prosedurnya melalui tiga tahap yaitu penelitian dan pengumpulan data perencanaan penulisan produk dan pengembangan produk. Uji coba dilaksanakan pada ahli media ahli materi ahli pengguna lapangan pada siswa dalam kelompok kecil. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi yang disusun dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan penghitungan ratarata yang merujuk dari Arikunto (2006). Hasil pengembangan berupa modul apresiasi Topeng Malang terdiri dari 4 bagian diantaranya adalah pendahuluan isi dan akhir. Isi berupa materi Topeng Malang yang dipaparkan dalam tiga bab yaitu (1) pengantar tentang Topeng Malang (2) tokoh Topeng Malang dan (3) ragam hias Topeng Malang. Pelaksanaan validasi dilakukan oleh para ahli media ahli materi dan ahli pengguna lapangan. Hasil yang diperoleh dari validasi dan uji coba adalah 87 63% termasuk dalam kriteria sangat valid. Kekuatan dari modul ini adalah materi yang yang disajikan spesifik tentang Topeng Malang bahan ajar modul hasil pengembangan telah layak untuk digunakan adanya lembar kegitan apresiasi yang melatih kepekaan seni siswa. Kelemahan modul ini hanya dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan di SMP Negeri 3 Malang modul merupakan bahan ajar mandiri sehingga siswa tidak bisa saling bertukar pendapat dalam forum diskusi di dalam kelas.