Skripsi
Peningkatan kemampuan empati anak TK melalui kegiatan bermain sosiodrama di TK Brawijaya II Malang / Birdaus Parmawati
Abstrak
Kata Kunci Kemampuan Empati Bermain Sosiodrama TK Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan empati anak khususnya kelompok A TK Brawijaya II Malang yang ditandai oleh anak tidak mau menolong bila ada teman mereka yang terjatuh anak tidak mau meminjamkan mainannya dan anak tidak mau berbagi dengan temannya. Hal ini disebabkan karena guru kurang melibatkan anak dalam hal yang berkaitan dengan empati anak. Anak hanya menjadi pendengar yang mengakibatkan anak menjadi bosan. Anak juga tidak memperoleh pengalaman langsung dan suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran yang dilakukan. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran bermain sosiodrama dalam meningkatkan kemampuan empati anak di TK Brawijaya II Malang dan (2) mendeskripsikan peningkatan empati anak dengan diterapkannya pembelajaran bermain sosiodrama di TK Brawijaya II Yasri Malang. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap tindakan yang dilakukan meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Model (PTK) yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis M.C Taggart. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A TK Brawijaya II Yasri Malang. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi siswa dan format penilaian. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aktivitas bermain sosiodrama di Kelompok A TK Brawijaya II Malang dapat dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu (a) Menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan. (b) Guru memberi penjelasan cara bermain sosiodrama dalam satu kelas anak dibagi menjadi 3 kelompok. (c) Pada saat pelaksanaan aktivitas bermain sosiodrama guru mendampingi anak. (d) Pelaksanaan aktivitas bermain sosiodrama meliputi suka menolong teman mau membagi miliknya meminjamkan miliknya dengan senang hati. (e) Selesai bermain sosiodrama anak-anak diajak untuk merapikan peralatan yang digunakan. (f) Evaluasi dilaksanakan melalui tanya jawab secara lisan. Dengan diterapkannya aktivitas bermain sosiodrama di Kelompok A TK Brawijaya II Malang kemampuan empati anak meningkat. Peningkatan ditandai dengan meningkatnya kemampuan empati anak dalam hal suka menolong pada siklus 1 kemampuan anak mencapai 77 8% meningkat menjadi 92 6% pada siklus II. Dalam hal mau membagi miliknya kemampuan anak mencapai 85 2% meningkat menjadi 96 3% pada siklus II. Dalam hal meminjamkan miliknya dengan senang hati kemampuan anak mencapai 85 2% pada siklus I meningkat menjadi 92 6% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1) guru kelompok A TK Brawijaya II Yasri Malang menggunakan permainan sosiodrama dalam aktivitas pembelajaran (2) kepada lembaga TK/PAUD untuk mensosialisasikan pelaksanaan aktivitas bermain sosiodrama dalam meningkatkan kemampuan empati anak (3) bagi peneliti selanjutnya untuk mencoba penelitian dengan masalah yang lain dengan menggunakan aktivitas bermain sosiodrama.