Skripsi
Penerapan permainan operet perkusi untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional pada kelompok A-1 di TK Muslimat 22 Blimbing Malang / Nuryati
Abstrak
Kata kunci Kemampuan sosial emosional Permainan Operet Perkusi Kelompok A-1 TK Muslimat 22 Hasil pengamatan pembelajaran di kelompok A-1 TK Muslimat 22 Blimbing Malang ditemukan masalah kemampuan sosial emosional anak masih rendah. Antara lain (1) Anak yang sudah menyelesaikan tugas lebih cepat mengganggu temannya yang belum selesai (2) Anak sering ramai di dalam kelas sehingga suaranya mengganggu kelas lain (3) Anak sering berkelahi adu kekuatan fisik dengan teman yang kalah menangis. Rumusan masalah penelitian ini 1) bagaimana penerapan permainan operet perkusi dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak kelompok A-1 TK Muslimat 22 Malang 2) apakah penerapan permainan operet perkusi dapat meningkatkan kemampuan sosial 3) apakah penerapan dapat meningkatkan kemampuan emosional anak kelompok A-1 TK Muslimat 22 Blimbing Malang Metode penelitian ini menggunakan (1) Pendekatan PTK model Kemis M.C. Taggart melalui proses bersiklus dari tahap perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. (2) Subyek penelitian ini kelompok A-1 TK Muslimat 22 Blimbing Malang yang berjumlah 22 anak. (3) Instrumen penelitian berupa teknik observasi dan dokumentasi. (4) Tehnik pengumpulan data dari proses observasi dan dokumentasi (5) Analisis data diolah secara deskriptif kuantitatif dan kwalitatif terhadap pra-tindakan dan perbaikan yang mengacu pada keberhasilan penerapan permainan operet perkusi dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional kelompok A-1 TK Muslimat 22 Blimbing Malang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan operet perkusi dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional di kelompok A-1 TK Muslimat 22 Blimbing Malang dengan 2 siklus tiap siklus ada 2 kali pertemuan dari taraf keberhasilan 49 7% meningkat menjadi 97% pada siklus 1 dan mencapai keberhasilan 98 875% pada siklus 2. (2) Dari hasil perbandingan pada penilaian pra tindakan ke siklus 1 dan 2 diperoleh peningkatan kemampuan sosial emosional yang signifikan. Saran dari peneliti adalah diharapkan para pendidik khususnya TK senantiasa memanfaatkan alat musik perkusi untuk inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran.