UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pergeseran fungsi kesenian Dongkrek di Mejayan Kabupaten Madiun / Niska Wahyuningtyas

Wahyuningtyas, Niska - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci kesenian Dongkrek fungsi pergeseran. Dongkrek adalah sebuah seni pertunjukan peninggalan nenek moyang di Mejayan yang saat ini menjadi Icon Budaya Kabupaten Madiun. Kesenian Dongkrek digambarkan dalam bentuk pertunjukan arak-arakan yang diyakini sebagai pusaka untuk mengusir pageblug atau wabah penyakit yang mengganggu masyarakat dan mengurangi keburukan di Mejayan. Awal fungsi kesenian Dongkrek sebagai ritual saat ini bergeser fungsi sebagai hiburan dan media pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendiskripsikan latar belakang munculnya kesenian Dongkrek di Mejayan Kabupaten Madiun (2) untuk mendiskripsikan pergeseran fungsi kesenian Dongkrek di Mejayan Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Mejayan Kabupaten Madiun serta Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Narasumber dalam penelitian ini diantaranya adalah Doelrokim Ismono dan guru sekaligus seniman atau pelatih Dongkrek di Madiun. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik telaah dokumen observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data sajian data serta penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan triangulasi yang terdiri dari triangulasi metode triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latarbelakang munculnya kesenian Dongkrek di Mejayan Kabupaten Madiun pada tahun 1867 diciptakan oleh Raden Ngabei Lo Prawirodipoero. Kesenian Dongkrek digunakan sebagai ritual untuk mengusir wabah penyakit (pageblug). Nama Dongkrek diambil dari bunyi dua buah alat musik utama kesenian tradisional yaitu bedug dan korek. Kesenian tradisional Dongkrek kemudian disahkan menjadi kesenian khas Kabupaten dan menjadi Icon Budaya Madiun dengan Keputusan Bupati 188.45/ 677/ KPTS/ 402.031/2009. (2) Bahwa kesenian Dongkrek di Mejayan mengalami pergeseran fungsi. Pergeseran fungsi tersebut yaitu pada tahun1867-1979 sebagai ritual dan pada tahun 1980-sekarang berfungsi sebagai hiburan serta media pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini (1) Timbulnya kesenian Dongkrek di tandai dengan adanya pageblug yang melanda desa Mejayan kabupaten Madiun (2) Pergeseran fungsi kesenian Dongkrek semula sebagai ritual yang bergeser menjadi hiburan serta media pendidikan. Terbukti bahwa kesenian Dongkrek dijadikan materi pembelajaran di Sekolah. Saran dari peneliti agar kesenian Dongkrek yang dimiliki Madiun tetap mengalami perkembangan yang lebih baik.


Informasi Detail
DDC
Rs 793.3195982 WAH p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, 2012.
Deskripsi Fisik
viii, 132 + [1] lembar : il. : tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03767/KI/12
Edisi
Skripsi ( Sarjana )--Universitas Negeri Malang, 2012
Subjek
1. KESENIAN DONGKREK - MEJAYAN - MADIUN
2. KESENIAN TRADISIONAL

Pembimbing
1. Hj. E. W. Suprihatin Dyah . P ; 2. Tri Wahyuningtyas
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik