Skripsi
Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial pokok bahasan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah kelas V semester II di SDN Kesatrian 1 Malang / Armedo Futhi Munadzar
Abstrak
Kata kunci Pengenbangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pelajaran IPS Pemilihan multimedia sebagai media penyampaian materi karena menggabungkan beberapa unsur yaitu teks grafis gambar foto audio video dan animasi. Diharapkan dengan media ini dapat merangsang indera para siswa merangsang rasa ingin tahu dari para siswa dan siswa dapat secara langsung aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil observasi dilapangan pada saat penyampaian materi berlangsung guru kurang atau tidak memanfaatkan sumber belajar secara optimal. Diantaranya guru dalam menyampaikan pengajaran sering mengabaikan penggunaan media padahal media itu berfungsi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada gilirannya akan meningkatkan mutu hasil belajar siswa Permasalahan siswa kelas V adalah dalam kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya siswa lebih banyak mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru hal tersebut menyebabkan siswa kurang memahami apa yang disampaikan oleh guru seperti siswa kurang dapat hafal tahun kejadian siapa tokohnya dan bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh tokoh tersebut. Tujuan pengembangan ini adalah Untuk mengetahui tingkat kemudahan siswa dalam pemahaman materi motifasi dan ketertarikan dalam mengikuti pelajaran setelah menggunanakan multimedia pembelajaran interaktif dan untuk mengetahui tingkat kevalidan produk dari segi sistem aplikasi desain dan konten menurut ahli materi dan ahli media. Penelitian pengembangan ini menyimpulkan bahwa hasil analisis data multimedia pembelajaran interaktif dapat dikelompokan menjadi tiga kriteria yaitu analisis system aplikasi analisis desain dan analisis konten. Menurut ahli media dari segi sistem aplikasi (100%) layak digunakan desain (75%) layak digunakan dan konten (75%) layak digunakan. Menurut ahli materi dari segi system aplikasi (75%) layak digunakan desain (75%) layak digunakan dan konten (100%) layak digunakan. Menurut tanggapan siswa secara klasikal dari segi system aplikasi (85%) layak digunakan desain (80%) layak digunakan dan konten (81%) layak digunakan. Pengembang menyarankan dengan adanya pengembangan multimedia interaktif interaktif untuk Sekolah Dasar dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan alternatif media yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa.