Skripsi
Kemampuan akting peserta ekstrakurikuler drama siswa SMP Negeri 04 Malang / Bayu Kresna Murti
Abstrak
Kata kunci Akting ekspresi karakter tokoh ekstrakurikuler drama Pembelajaran drama selain dilaksanakan di dalam kelas juga dapat disajikan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler drama merupakan kegiatan di luar jam pelajaran sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler dikhususkan untuk menyalurkan minat dan bakat siswa dalam seni drama. Pembelajaran drama haruslah menyeluruh pembelajaran yang hanya terpaku pada teori dapat mengakibatkan siswa merasa bosan. Pembelajaran drama juga perlu disertai dengan latihan agar siswa lebih paham. Kemampuan akting siswa dalam merepresentasikan karakter tokoh bisa diketahui dengan cara memberikan penugasan performasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan akting peserta ektrakulikuler drama siswa SMP Negeri 04 Malang dalam merepresentasikan karakter tokoh dengan tepat. Penelitian ini memaparkan kemampuan siswa dalam merepresentasikan karakter tokoh pada 10 aspek yaitu pada aspek lafal volume tempo intonasi warna suara ekspresi mata ekspresi raut muka ketepatan gestur irama gestur dan kekuatan gestur. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 04 Malang dalam jangka waktu 3 bulan. Penelitian dimulai dengan memberikan latihan dasar tentang keaktoran pemberian materi tentang pemahaman naskah drama berjudul Tak Cuma Mimpi karya Tengsoe Tjahjono proses latihan pemeranan dan diakhiri dengan pementasan. Populasi dan sampel penelitian adalah peserta ekstrakurikuler drama siswa SMP Negeri 04 Malang yang berjumlah 21 siswa. Berdasarkan pendekatannya penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif sedangkan jika dilihat dari hadirnya variabel maka digolongkan pada penelitian deskriptif. Persentasi hasil penilaian berpedoman pada kualifikasi yang berlaku di sekolah. Kualifikasi dibagi menjadi dua yaitu pada tiap aspek dan semua aspek. Penggolongan kualifikasi pada tiap aspek dimulai dari tingkatan kurang mampu cukup mampu mampu dan sangat mampu sedangkan penggolongan kualifikasi untuk semua aspek dimulai dari tingkatan tidak mampu kurang mampu mampu sangat mampu dan kemampuan istimewa. Berdasarkan data kemampuan akting dalam merepresentasikan karakter tokoh pada aspek lafal diketahui sebanyak 19% siswa yang mendapat kualifikasi sangat mampu 67% siswa mendapat kualifikasi mampu 14% siswa mendapat kualifikasi cukup mampu dan tidak ada siswa yang mendapat kualifikasi kurang mampu. Adapun pada aspek volume diketahui sebanyak 10% siswa yang mendapat kualifikasi sangat mampu 86% siswa mendapat kualifikasi mampu 14% siswa mendapat kualifikasi cukup mampu dan tidak ada siswa yang mendapat kualifikasi kurang mampu. Adapun