Skripsi
Pengembangan modul fungsi komposisi dan invers kelas xi berbasis realistik mathematic education /Siti Aminah
Abstrak
Kata Kunci Modul Realistic Mathematic Education komposisi fungsi invers Berdasarkan hasil ulangan harian fungsi komposisi dan invers kelas XI IS 5 di SMA Negeri 7 Malang yang tuntas hanya 28% dari 39 siswa. Pada materi fungsi komposisi umumnya siswa telah mengetahui bahwa (f 8728 g)(x) f(g(x)) namun banyak siswa yang mengalikan f(x) dengan g(x) bukan mensubsitusikan g(x) ke fungsi f(x). Pada materi invers banyak siswa yang menggunakan rumus cepat tanpa mengetahui proses penyelesaiannya dengan cara yang runtut. Cara menemukan invers fungsi adalah sebagai berikut (i) Memisalkan fungsi f(x) sama dengan y (ii)Mencari nilai x (iii) Mengganti x dengan y dan y dengan x (iv) y merupakan invers dari f(x) f (-1) (x). Ini disebabkan karena siswa hanya menghafal cara-cara penyelesaiannya tanpa memahami konsep materi itu sendiri. Agar setiap siswa dapat memahami konsep dibutuhkan aplikasi matematika dalam kehidupan nyata agar siswa lebih mudah memahami konsep melalui ide-ide dari pengalaman mereka sehari-hari. Realistic Mathematic Education merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran. Sedangkan modul merupakan bahan ajar yang memuat kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran modul bisa menggunakan Realistic Mathematic Education. Sehingga peneliti mengembangkan modul fungsi komposisi dan invers kelas XI berbasis Realistic Mathematic Education. Pengembangan modul ini merujuk pada prosedur pengembangan pada Mbulu yaitu (1) tahap merancang modul (2) tahap penulisan modul dan (3) tahap penilaian modul. Modul yang dikembangkan peneliti sesuai dengan karakteristik menggunakan kontekstual menggunakan model interaktif (interaksi lingkungan dan guru) dan keterkaitan. Modul hasil pengembangan divalidasi oleh 3 validator yang terdiri dari dosen matematika guru matematika SMA dan mahasiswa S2 Pendidikan Matematika. Berdasarkan hasil penilaian secara keseluruhan aspek dari ketiga validator memperoleh nilai 0 80 dalam kriteria valid sehingga dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan tidak revisi untuk aspek penampakan Realistic Mathematic Education. Setelah itu modul diujicobakan kepada 6 siswa kelas XI IS 5 SMA Negeri 7 Malang. Hasil uji coba modul pada kelompok kecil diperoleh nilai 0 77. Nilai ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan telah mencapai kriteria valid dan tidak perlu revisi. Selain itu siswa dapat mengerjakan evaluasi yang diberikan serta memenuhi standar yang ditentukan yaitu mencapai nilai rerata 81 5 sehingga modul yang dikembangkan memenuhi kriteria baik sekali. Oleh karena itu modul ini bisa digunakan oleh siswa dalam pembelajaran. Saran untuk pengembangan modul selanjutnya diharapkan mengembangkan modul RME pada materi lainnya. Selain itu diharapkan modul hasil pengembangan ini diterapkan pada proses belajar mengajar di kelas khususnya kelas XI IS.