Skripsi
Penetapan Kadar Tembaga (Cu) dalam daging ikan Sapu-Sapu (Hyposarcus pardalis) menggunakan Digestasi-HNO / Nur Uswatun Khasanah
Abstrak
Kata kunci Tembaga Digestasi Daging Ikan Sapu-sapu (Hyposarcus pardalis). Sungai memiliki peran yang sangat penting sebagai sumber daya air vital bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Kualitas air sungai Surabaya sering dinyatakan terjadi pencemaran terutama berasal dari limbah industri. Logam tembaga (Cu) adalah salah satu logam berat yang dapat ditemukan dalam perairan yang tercemar oleh limbah industri namun penetapan rutin sulit membuktikan. Ikan sebagai salah satu biota air pada ekosistem sungai yang penuh oleh pencemaran air ikan sapu-sapu (Hyposarcus pardalis) salah satu yang mudah ditemukan sehingga dapat digunakan sebagai indikator pencemar air. Tujuan penelitian ini adalah penetapan data kadar Cu yang terdapat dalam daging ikan sapu-sapu (Hyposarcus pardalis) melalui metode digestasi-HNO3. Analisis hasil dilakukan secara analisis grafis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratoris untuk penetapan kadar Cu dalam sampel daging ikan sapu-sapu (Hyposarcus pardalis) yang diambil dari perairan sungai Surabaya. Metode yang digunakan adalah digestasi berbasis HNO3 dengan melakukan variasi konsentrasi HNO3 serta suhu digestasi. Pengukuran kadar Cu hasil digestasi menggunakan instrumen Spektroskopi Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang ( ) 324 8 nm. Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa sampel daging ikan sapu-sapu (Hyposarcus pardalis) di perairan Surabaya mengandung logam tembaga (Cu) pada digestasi-HNO3 masing-masing konsentrasi HNO3 6 M sebesar 0 69 ppm HNO3 8 M sebesar 0 74 ppm HNO3 10 M sebesar 0 77 ppm dan HNO3 12 M sebesar 0 85 ppm sedangkan pada digestasi HNO3 dengan variasi suhu 110 C 120 C dan 130 C diperoleh kadar Cu sebesar 0 85 ppm pada suhu 110 C 0 72 ppm pada suhu 120 C dan 0 74 ppm pada suhu 130 C.