UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Analisis tuturan guru dalam interaksi belajar mengajar pada kelas V SDN Sumbersari I / Albitar Septian S.

Septian S., Albitar - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci tuturan guru interaksi belajar mengajar wacana kelas Fungsi primer bahasa adalah alat untuk menyampaikan pesan atau makna dari penutur kepada mitra tutur. Melalui bahasa seseorang dapat melakukan komunikasi menyampaikan makna yang ingin diutarakan kepada lawan tutur sehingga lawan tutur mengerti apa yang diinginkan oleh penutur. Fungsi bahasa sebagai alat penyampai pesan ini akan sangat berguna dalam dunia pendidikan yaitu dalam proses belajar. Seorang guru dalam mengajar pasti akan menggunakan bahasa yang benar serta mudah dipahami siswanya. Tujuan guru tidak lain adalah agar pesan atau inti dari pembelajaran dapat dipahami oleh seluruh siswanya. Oleh karena itu dalam bertutur seorang guru tidaklah boleh menggunakan bahasa yang bertele-tele dan membingungkan siswanya. Sebuah bahasa yang baik harus mengandung kalimat yang komunikatif yaitu kalimat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami apa yang terkandung di dalamnya. Dalam penelitian ini objek utama yang diteliti adalah tuturan guru kelas V SD yang meliputi (1) tuturan guru dalam mengawali pelajaran (2) tuturan guru dalam menyampaikan pelajaran dan (3) tuturan guru dalam mengakhiri pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan sifatnya adalah deskriptif. Artinya data-data yang digunakan dalam penelitian ini berupa rekaman atau tuturan guru yang ditraskripsikan dalam bentuk tulisan kemudian peneliti sebagai instrumen utama akan mendeskripsikan data-data tersebut. Sumber data penelitian ini adalah tuturan guru SD kelas V SDN Sumbersari I. Penelitian ini merupakan penelitian interaksi kelas artinya peneliti mengamati percakapan atau dialog (dalam hal ini tuturan guru) yang terjadi di dalam kelas. Dalam melakukan penelitian peneleliti melakukan tahap-tahap atau langkahlangkah analisis data dengan tahap-tahap analisis sebagai berikut (1) reduksi data (2)penyajian data dan (3) verifikasi atau penarikan simpulan. Langkah-langkah tersebut saling terkait dan dilaksanakan selama dan setelah pengumpulan data berakhir. Dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam tuturan yang digunakan guru ketika interaksi belajar mengajar di kelas V SDN Sumbersari I yaitu sebagai berikut. Pertama ketika mengawali pelajaran meliputi (1) penggunaan salam (2) tuturan berupa pemberian bimbingan dan pengarahan pada siswa dan (3) tuturan 7 berupa penanyaan kabar dan mata pelajaran yang akan dilakukan. Kedua tuturan guru ketika menyampaikan pelajaran yang meliputi (1) tuturan mengingatkan pelajaran yang sudah diberikan (2) tuturan tentang pengungkapan tujuan pembelajaran (3) tuturan menjelaskan materi pelajaran (4) tuturan berupa membimbing siswa (5) tuturan membacakan contoh soal (6) tuturan membagikan tugas pada siswa dan (7) tuturan membagi kelompok diskusi belajar. Ketiga tuturan guru dalam mengakhiri pelajaran yang terdiri dari (1) salam penutup (2) tuturan pemberian PR (3) tuturan penanyaan perasaan setelah pembelajaran dan (4) penayaan tentang apa yang diperoleh oleh siswa. Dari segi bentuk tuturan dalam mengawali pelajaran ditemukan (1) tindak tutur representatif atau asertif (2) tindak tutur ekspresif (3) tindak tutur direktif dan (4) tindak tutur komisif. Dalam tuturan menyampaikan pelajaran ditemukan (1) tindak tutur representatif atau asertif (2) tindak tutur direktif dan (3) tindak tutur ekspresif. Dalam mengakhiri pelajaran ditemukan (1) tindak tutur representatif atau asertif (2) tindak tutur ekspresif dan (3) tindak tutur direktif. Berdasarkan bahasan dan temuan penelitian disimpulkan bahwa dalam tututuran guru kelas V SDN Sumbersari I banyak ditemukan tuturan asertif degan fungsi menyatakan maksud. Guru juga banyak menggunakan kalimat introgatif pada siswa untuk menyatakan maksudnya. Kedua adalah penggunaan tindak tutur direktif dengan fungsi memerintah atau menyuruh. Tindak tutur direktif dengan fungsi menyuruh ini banyak ditemukan ketika guru menyampaikan pelajaran memberikan bimbingan pada siswa dan menyuruh siswanya untuk melakukan seperti apa yang guru inginkan. Guru menggunakan kalimat perintah agar siswanya mengerti pembelajaran yang sudah dipelajari pada saat itu. Ketiga penggunaan tindak tutur ekspresif oleh guru. Guru menggunakan tindak ekspresif terutama adalah dengan fungsi memuji. Hal ini dilakukan oleh guru untuk memberikan apresiasi dalam bentuk pujian kepada siswanya setelah siswanya menjawab pertanyaan yang diberkan oleh guru. keempat adalah tindak tutur komisif yang digunakan oleh guru ketika berjanji akan berangkat lebih awal ke sekolah.


Informasi Detail
DDC
Rs 499.221824 SEP a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bahasa.Sastra Indonesia Dan Daerah, 2012.
Deskripsi Fisik
vii, 162 lembar ; il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04264/KI/12
Edisi
Skripsi ( Sarjana )--Universitas Negeri Malang, 2012
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - TUTURAN - PEMBELAJARAN
Pembimbing
1. Imam Suyitno ; 2. Dwi Saksomo
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik