Disertasi
Supervisi pengajaran peningkatan kompetensi profesional guru SMA (Studi multikasus pada SMA Negeri Tunas Harapan, SMA Negeri Panji, dan SMA Islam Nurul Iman Kabupaten Kanjuruhan) / Sulastri
Abstrak
Kata kunci supervisi pengajaran kompetensi profesional guru SMA. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal dan in formal. Adapun Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu jenjang pendidikan di jalur formal yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menuju pendidikan tinggi oleh karena itu fungsinya lebih pada penyiapan siswa dalam kerangka akademik serta dasar-dasar pengetahuan sebagai landasan kuat untuk tumbuhnya sikap dan moral sebagai ilmuwan. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendanhnya mutu pendidikan. pada setiap jenjang dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah (Depdiknas 2000). Oleh karena itu pemerintah khususnya melalui Kemendiknas terus-menerus berupaya melakukan berbagai perubahan dan pembaharuan system pendidikan kita. Salah satu upaya yang sudah dan sedang dilakukan yaitu berkaitan dengan faktor guru. Lahirnya Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada daasarnya merupakan kebijakan pemerintah yang didalamnya memuat usaha pemerintah untuk menata dan memperbaiki mutu guru di Indonesia. Mengingat begitu pentingnya peranan guru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan maka selayaknyalah kemampuan guru-guru perlu ditingkatkan dibina dengan baik teratur terus-menerus sehingga kompotensi profesional para guru dapat ditingkatkan dengan demikian guru dapat memperbaiki proses pembelajaran dan harapan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. dapat dicapai yang pada akhirnya dicapai pula Standar Nasional Pendidikan dan tujuan akhir mutu pendidikan semakin meningkat. Upaya pembinaan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru sebagaimana terurai di atas maka diperlukan keterampilan dan kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan supervisi pelaksanaan supervisi serta tindak lanjut supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah di tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) lokasi penelitian. ii Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari dua macam yaitu informasi seperti kepala sekolah guru siswa komite sekolah sebagai data utama sedangkan data pelengkap dari peneliti sendiri. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode interaktif meliputi wawancara dan pengamatan peran serta metode dokumentasi untuk mengumpulkan data melalui dokumen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yakni peneliti sendiri dan panduan pengumpulan data. Untuk menjaga kredibilitas (validitas) data dilakukan dengan kegiatan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) di tiga lokasi penelitian sudah memiliki perencanaan supervisi yang siap dipedomani dalam pelaksanaan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus perencanaan supervisi sudah dilengkapi dengan jadual. Perencanaan supervisi disusun setiap awal tahun melalui rapat kepala sekolah para wakil kepala sekolah komite dan perwakilan guru. (2) pelaksanaan supervisi secara umum sudah sesuai dengan perencanaan hanya saja masalah jadual sering terjadi pergeseran. Untuk SMA N Panji tidak terkendala waktu karena di bentuk kordinator pelaksana supervisi. Dalam pelaksanaan digunakan teknik dan pendekatan yang bervareasi sesuai dengan karakteristik guru Respon guru pada umumnya menyambut baik dan sekolah telah mengantisipasi dengan segenap kendala serta upaya mengatasinya dan (3) semua hasil supervisi pengajaran di tiga lokasi penelitian secara keseluruhan dievaluasi dianalisis kemudian disusun program tindak lanjut disosialisasikan pada guru dan kemudian dilaksanakan program tindak lanjut. Tidak semua hasil supervisi ini ditindaklanjuti dengan segera dan yang belum dapat ditindaklanjuti dapat diprogram kembali pada tahun ajaran berikutnya. Simpulan penelitian ini adalah dengan pelaksanaan supervisi yang sudah demikian terencana dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan teknik pendekatan yang sesuai karakteristik guru kendala serta upaya mengatasi dengan tepat maka akan dapat meningkatkan kompetensi profesional guru SMA karena dengan pelaksanaan supervisi yang baik tersebut guru merasa terbantu dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran sehingga yang pada akhirnya dapat meningkatkandan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara maksimal. Saran-saran kepada kepala sekolah dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan pengembangan dalam melaksanakan supervisi pengajaran bagi guru bermanfaat sebagai tambahan wawasan dan menyikapi positip terhadap pelaksanaan supervisi pengajaran bagi pegawas sekolah dapat dijadikan landasan pembinaan terhadap guru maupun kepala sekolah bagi komite bermanfat dalam memahami pelaksanaan supervisi dan kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah bagi DPR dapat dijadikan sebagai landasan berpikir dalam menetapkan kebijakan pengembangan SDM dan bagi peneliti lain dapat dijadikan dasar mengadakan penelitian lanjutan dan sebagai tambahan referensi.