UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kemampuan guru melakukan nalisis pembelajaran mata pelajaran matematika di SDN Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / oleh Abd. Haling

Haling, Abd. - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Abd. Haling. 1996. Kemampuan Guru Melakukan Analisis Pembel-ajaran Mata Pelajaran Matematika di SDN Kecamatan Talun KabuDaten Blitar. Kata Kunci Analisis Pembelajaran (analisis Dembelajaran yang masuk dalam perilaku yang standar analisis pem-belajaran yang menyimpang). Analisis pembelajaran adalah langkah kedua setelah penetapan tujuan umum pembelajaran. Kegiatan melakukan analisis pembelajaran ini merupakan kegiatan menjabarkan (mengidentifikasi) cakupan perilaku umum menjadi perilaku-perilaku khusus pembelajaran. Konsep dan prosedur men-jabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus serta hubungan antara perilaku yang satu dan perilaku yang lain perlu dikuasai dan diterapkan guru. Dalam sistem pembelajaran di Negara RI Depdikbud telah menetapkan model desain pembelajaran yang telah baku yaitu model PPSI namun tidak terdapat komponen analisis pembel- ajaran. Kekurangan model PPSI ini dapat diatasi melalui-pembelajaran model Dick dan carey yang menambahkan salah satu komponen utama yaitu analisis pembelajaran sehingga guru-guru yang telah mempelajari model PPSI dan model Dick dan Carey minimal mampu mendesain pembelajaran. Kegiatan melakukan analisis pembelajaran sangat penting karena melalui analisis pembelajaran dapat terlihat secara jelas perilaku-perilaku khusus yang akan dipelajari siswa baik jumlah maupun susunannya. Analisis pembelajaran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis pembelajaran mata pelajaran matematika sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan berapa persen basil analisis pembelajaran yang dibuat guru masuk dalam penetapan perilaku yang standar (2) men-deskripsikan berapa persen hasil analisis pembelajaran yang dibuat guru menyimpang penetapan perilaku-perilaku yans_ standar dan (3) mendeskripsikan apakah rata-rata t1 analisis pembelajaran yang dibuat kelompok guru y ang meng-ikuti pembelajaran model PPSI dan model Dick dan carey lebih tinggi dibanding rata hasil analisis pembelajaran yang dibuat kelompok guru yang hanya mengikuti pembelajaran model PPSI dan kelompok guru yang tidak mempelajari keduanya. Pengumpulan data dilakukan dengan tes penugasah dab angket. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik persentase dan perbedaan mean. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa 1. Persentase hasil analisis pembelajaran dalam mata pel-ajaran matematika yang dibuat guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Talun Kabupaten Blitar yang masuk dalam perilaku yang standar terdapat 47 96%. 2. Persentase hasil analisis pembelajaran mata pelajaran matematika yang dibuat guru sekolah dasar neqeri di Kecamatan Talun Kabupaten Blitar yang menyimpang ter-dapat 2 80%. 3. Rata-rata hasil analisis pembelajaran kelompok guru yang mengikuti pembelajaran model PPSI dan model Dick dan Carey untuk masing-masing kelas lebih tinggi daripadal hasil analisis pembelajaran kelompok guru yang hanya mengikuti pembelajaran model PPSI. Demikian juga hasilv uji t dengan menggunakan SPSS/PC menunjukkan bahwa tv hitung gt t tabel. Selanjutnya dilihat dari tiga kelompok menunjukkan bahwa rata-rata hasil analisis pembelajaran kelompok guru yang mengikuti pembelajaran model PPSI dan model Dick. dan Carey lebih tinggi daripada kelompok guru yang hanya pernah mengikuti pembelajaran model PPSI dan kelompok guru yang tidak pernah mempelajari keduanya. Demikian juga hasil uji Anava Satu Jalan dengan menggunakan SPSS/PC menunjukkan bahwa F hitung 25 7265 gt F tabel 3 09. Berarti terdapat perbedaan signifikan kemampuan guru melakukan analisis pembelajaran antara ketiqa-kelompok dengan kata lain hasil analisis pembelajaran-kelompok guru yang pernah mempelajari model PPSI clan model Dick dan Carey lebih baik dibanding dengan hasilY analisis pembelajaran yang dibuat kelompok guru yang .- hanya mempelajari model PPSI dan kelompok guru yang tidak mempelajari keduanya. Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat di- simpulkan bahwa variabel pembelajaran dapat memberi urunan terhadap kemampuan guru melakukan analisis pem- belajaran. Adapun saran yang diajukan dalam penelitian ini se-bagai berikut (1) Bagi fembaga pendidikan tenaga kependidikan mata kuliah desain pembelajaran perlu dicantumkan dalam kurikulum dan merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi setiap mahasiswa (2) Bagi dosen/guru yang telah menerapkan analisis pembelajaran hendaknya lebih dimantapkan pelaksanaannya serta diterapkan pada sejitu4litata pelajaran.


Informasi Detail
DDC
Rs 371.332 HAL k
Prodi
IKIP MALANG. BIDANG STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN,, 1997.
Deskripsi Fisik
ix, 108 lembar ; tab. : 28 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00115/KI/97
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--IKIP MALANG, 1997
Subjek
1. METODE PENGAJARAN (ANALISIS PEMBELAJARAN
2. MATEMATIKA - PENDIDIKAN DASAR - METODE PENGAJARAN

Pembimbing
1. I Nyoman Sudana Degeng ; 2. Soesilo Windradini
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik