Skripsi
Penerapan metode bermain berbisik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok A di RA Nurul KAromah Rejoso Pasuruan / Anita Kristanti
Abstrak
Kata Kunci Peningkatan kemampuan berbahasa bermain berbisik Penelitian ini berlatar belakang pada beberapa masalah yaitu 17 anak mempunyai masalah diantaranya 7 anak merasa kesulitan dalam berkomunikasi atau berbicara dan 10 anak kurang berani untuk berbicara terhadap teman sebaya maupun guru model dan metode guru dalam pembelajaran yang digunakan kurang menarik selalu menggunakan buku paket atau lembar kegiatan siswa proses belajar mengajar selalu menggunakan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran guru kurang kreatif atau menguasai kelas pada kelompok A di RA Nurul Karomah Kawisrejo Rejoso Pasuruan. Guru belum menggunakan media yang tepat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak dalam menerima pesan dan menyampaikan pesan tersebut. Hasil observasi awal ditemukan bahwa anak belum mampu mencapai kriteria ketuntasan belajar siswa yang ditemukan sekolah yaitu 75% ketuntasan individu. Dalam penerapan metode bermain berbisik peneliti menggunakan media papan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Tujuan Penelitian 1) Mendeskripsikan penerapan metode bermain berbisik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok A di RA Nurul Karomah Rejoso Pasuruan. 2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa pada anak kelompok A di RA Nurul Karomah Rejoso Pasuruan melalui metode bermain berbisik. Penelitian dilaksanakan di RA Nurul Karomah Kawisrejo Rejoso Pasuruan dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian anak kelompok A yang berjumlah 20 anak. Instrumen penelitiannya menggunakan lembar observasi lembar unjuk kerja lembar wawancara dan dokumen berupa foto. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi wawancara dokumentasi dan penilaian. Teknik analisis data dilakukan secara terus menerus di setiap siklus dengan pengolahan data dan persentase kenaikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode bermain berbisik dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak terbukti dari hasil observasi 12 anak yang mencapai ketuntasan individu pada siklus I rata-rata (78 125) dengan persentase (50%) dan meningkat pada siklus II rata-rata (96 8) dengan persentase (91 25%) yang terus mengalami peningkatan. Saran yang disampaikan pada guru yaitu agar dapat menerapkan metode bermain berbisik dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak dengan pengembangan lain. Metode pembelajaran dalam penelitian ini yaitu metode bermain berbisik dengan menggunakan media papan bergambar yang dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan perbandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.