Skripsi
Pengembangan media pembelajaran berhitung menggunakan animasi flash untuk anak kelompok B di TK Pertiwi DWP Setda Trenggalek / Ika Sugiyati
Abstrak
ABSTRAK Sugiyati Ika. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Berhitung Menggunakan Animasi Flash untuk Anak Kelompok B di TK Pertiwi DWP Setda Trenggalek. Skripsi Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Usep Kustiawan M.Sn (II) Drs. Tomas Irianto S.Pd M.Pd. Kata Kunci media pembelajaran animasi flash anak usia dini Anak usia dini di TK Pertiwi DWP Setda Trenggalek kurang dapat membedakan antara penjumlahan dan pengurangan. Hal itu karena keterbatasan media maka dibutuhkan media yang sesuai karakteristik anak dan menarik untuk anak. Berdasarkan perkembangan teknologi maka untuk membuat menarik dikembangkan media pembelajaran menggunakan animasi flash. Tujuan pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran animasi flash yang layak atau valit digunakan sebagai pembelajaran anak kelompok B dan untuk perkembangan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan Borg and Gall yang berisi 10 tahap pengembangan validasi ahli media dan materi menggunakan angket teknik analisis yang digunakan dengan menghitung persentase hasil untuk mengetahui kelayakannya. Dari analisis data hasil pengujian didapatkan nilai sebesar 81 25% dari ahli media 82 14% dari ahli materi sehingga masuk kategori layak. Berdasarkan hasil uji kelompok kecil menunjukkan 93 7% dan hasil uji lapangan 96% sehingga masuk kategori layak. Berdasarkan hasil uji-t t hitung -9 937 karena t hitung t tabel Ho ditolak yang dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar anak sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran berhitung menggunakan animasi flash di TK Pertiwi DWP Setda Trenggalek. Guru agar menggunakan media pembelajaran animasi flash untuk membantu pembelajaran berhitung supaya hasil belajar anak terjadi peningkatan dan untuk peneliti dan pengembang selanjutnya memilih tema yang lain pada subyek yang lebih luas dengan memperhatikan usia dan fasilitas yang ada dan untuk perkembangan yang lebih menyeluruh.