Skripsi
Pengembangan permainan tradisional engklek untuk pembelajaran sosial emosional anak kelompok B di TK Tunas MUlya Pandan Landung Malang / Nurul Huda
Abstrak
ABSTRAK Huda Nurul. 2012. Pengembangan Permainan Tradisional Engklek Untuk Pembelajaran Sosial Emosional Anak Kelompok B di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Musa Sukardi M.Pd (2) Drs. Tomas Iriyanto S.Pd. M.Pd. Kata Kunci pengembangan permainan engklek sosial emosional Engklek merupakan salah satu permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang-bidang datar dengan menggunakan gaco sebagai alat untuk dilemparkan pada kotak-kotak engklek dan sering dilakukan oleh anak terutama anak-anak desa. Guru di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang belum pernah menerapkan pembelajaran permainan tradisional engklek. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional engklek yang diharapkan dapat menyenangkan mudah dan aman dilakukan anak serta sebagai salah satu alternatif pembelajaran sosial emosional pada anak TK yang dilaksanakan di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Prosedur pengembangan permainan tradisional engklek menggunakan 7 langkah pengembangan. Data penelitian yang digunakan diperoleh dari evaluasi ahli uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Subjek penelitian yakni anak kelompok B di TK Tunas Mulya Pandan Landung Malang yang berjumlah 12 anak. Jenis data yang digunakan yakni data kuantitatif sedangkan instrumen yang digunakan berupa angket dan pedoman observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa presentase. Hasil uji dari ahli sosial emosional dan ahli pembelajaran diperoleh data (1) Pembuatan gambar engklek yang lebih variatif lagi (2) perhatikan kapan anak mengekspresikan gambar saat akan berangkat ataukah setelah selesai melakukan engklek sehingga menghadapnya gambar harus disesuaikan dengan menghadapnya anak saat mengekspresikan gambar tersebut (3) Akan lebih mudah jika kotak gambar berukuran 30x30 cm (4) Pertimbangkan lagi kebermaknaan permainan ini dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak karena masih sedikit indikator sosial emosional yang dapat terangkum dalam permainan ini (5) Lempengan kayu sebagai gaco dibuat pipih agar mudah digunakan untuk anak (6) Gambar dapat diganti disesuaikan dengan tema. Uji coba kelompok kecil dan uji lapangan anak dapat mengekspresikan emosi mereka dengan cara menirukan gambar ekspresi wajah pada permainan tradisional engklek dapat bermain dengan teman-temannya sehingga sosialisasi anak dapat terjalin dengan baik. Berdasarkan hasil pengembangan ini permainan tradisional engklek dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan pembelajaran sosial emosional anak TK Kelompok B. Penyebarluasan produk pengembangan kesasaran yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada Sekolah dan Lembaga Pendidikan.