Skripsi
Penerapan kegiatan bermain sudoku fantasi untuk meningkatkan kemampuan kognitif kelompok B di TK Dharmawanita Pamotan 1 Kecamatan Dampit Kabupaten Malang / Evi Yulifa Safmawati
Abstrak
Kata Kunci Bermain Sudoku Fantasi Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B Selama peneliti melakukan observasi di kelompok B pada kurannya kemampuan kognitif anak dalam memahami konsep mengurutkan pola dan mengurutkan bilangan 1-15. Dari 25 anak terlihat sekitar 17 anak yang kurang mengerti bagaimana cara mengurutkan pola dan menulis angka juga sering terbalik dan 8 anak yang berhasil dan mampu mengerjakan dengan benar. disetiap pembelajaran di kelas guru hanya cenderung monoton meminta anak untuk mengerjakan tugas dipapan tulis dan dimajalah saja sehingga anak sering kali cepat merasa bosan. Maka diperlukan konsep belajar mengajar yang baru dan menyenangkan untuk anak yang dapat memberikan semangat baru anak dalam belajar. Penelitian dilaksanakan dengan rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan atau cara bermain sodoku fantasi untuk meningkatkan kemampuan kognitif kelompok B di TK Dharmawanita pamotan 1 (2) Apakah ada peningkatan pada kemampuan kognitif anak kelompok B TK Dharmawanita Pamotan 1 Dampit dengan diterapkannya permainan sudoku fantasi Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Siklus I dan Siklus II ditempuh selama 4 kali pertemuan. Strategi pengumpulan data untuk mendukung penelitian tersebut dengan menggunakan instrumen penelitian sebagai berikut (1) Observasi (2) Penilaian hasil belajar (3) Dokumentasi (4) Catatan lapangan. Subyek penelitian ini dilakukan pada semester gasal tahun pelajaran 2012/2013 bidang kemampuan kognitif yang dilaksanakan pada bulan September hingga Nopember 2012. Hasil penelitian yang diperoleh dari penerapan kegiatan bermain sudoku fantasi terhadap kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Dharmawanita Pamotan 01 Dampit pada siklus I pertemuan pertama 65 2% dan pertemuan kedua 74 5%. Diperoleh hasil rata-rata 70% sehingga mengalami peningkatan siklus I sebesar 9 3% dan pada siklus II pertemuan pertama 81 48% dan pertemuan kedua 86 5% diperoleh rata-rata sebesar 84% sehingga mengalami peningkatan siklus II pada kemampuan kognitif sebanyak 5 02%. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak telah meningkat dalam memahammi konsep bilangan1-20 dan mengurutkan pola setelah diterapkan kegiatan bermain sudoku fantasi. Untuk itu guru diharapkan mampu menerapkan kegiatan bermain sudoku fantasi ini untuk membantu proses belajar sehingga anak meresa senang karena pembeljaran yang diberikan tidak monoton dan membosankan bagi anak.