Skripsi
Perbedaan hasil belajar IPA materi daur hidup hewan menggunakan media CD interaktif dan media tiruan daur hidup hewan pada siswa kelas IV SDN Tunjungsekar 1 Malang / Rofi Nandra Lisa
Abstrak
Kata Kunci hasil belajar CD interaktif dan media tiruan daur hidup hewan Berdasarkan pengamatan pembelajaran IPA di SDN Tunjungsekar 1 masih sering disampaikan tanpa memanfaatkan sumber maupun media pembelajaran guru lebih sering menggunakan buku teks saja. Terutama materi pelajaran yang sulit dalam penyediaan sumber dan benda otentiknya. Tersedianya fasilitas IT di SD tersebut cukup memadai untuk penggunaan media CD interaktif dan media tiruan daur hidup hewan untuk membantu penyampaian materi pelajaran agar lebih mudah dipahami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) hasil belajar IPA tentang daur hidup hewan dengan menggunakan media tiruan daur hidup hewan pada siswa kelas IVB (2) hasil belajar IPA materi daur hidup hewan dengan menggunakan media CD interaktif pada siswa kelas IVA (3) perbedaan hasil belajar IPA tentang daur hidup hewan dengan menggunakan media CD interaktif dan media tiruan daur hidup hewan pada siswa kelas IVA dan IVB. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment atau eksperimen semu. Desain penelitian eksperimen semu yang digunakan adalah pre-test pos-test group design yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN Tunjungsekar 1 Malang. Sedangkan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA dan IVB. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang berisi 20 butir soal. Analisis dilakukan dengan uji t pada taraf signifikansi 945 0 05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa kelas kontrol menggunakan media tiruan daur hidup hewan mengalami peningkatan dari rata-rata hasil pre-test yaitu 64 pada nilai rata-rata hasil post-test menjadi 80. Rata-rata nilai gain score pada kelas kontrol yaitu 15 juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. (2) Hasil belajar siswa kelas eksperimen menggunakan CD interaktif juga mengalami peningkatan dari rata-rata hasil pre-test yaitu 63 pada nilai rata-rata hasil post-test menjadi 84. Rata-rata nilai gain score pada kelas eksperimen yaitu 21 juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. (3) Hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen sama-sama mengalami peningkatan ditinjau dari selisih nilai pre-test dan post-testnya tetapi berdasarkan analisis hasil belajar siswa menggunakan uji t tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini berdasarkan pada hasil uji t diketahui nilai thitung 706 ttabel sehingga didapat -1 817 706 1 672 dan berdasarkan nilai signifikansi 0 74 707 0 05 maka Ha ditolak dan Ho diterima. Jadi simpulan penilitian ini tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA tentang daur hidup hewan menggunakan media CD interaktif di kelas IVA dengan pembelajaran menggunakan media tiruan daur hidup hewan pada siswa kelas IVB di SDN Tunjungsekar 1 Malang. Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti memberikan saran antara lain guru dapat menggunakan CD interaktif atau media tiruan daur hewan dalam pembelajaran daur hidup hewan. Namun guru hendaknya juga menghadirkan media lain yang relevan untuk membantu mengurangi keterbatasan-keterbatasan kedua media tersebut agar pembelajaran dapat berjalan seoptimal mungkin.