Skripsi
Pengembangan media \"Lima Menara Kunci Geometri\" untuk meningkatkan kecerdasan logic mathematic anak kelompok A di TK Permata Bunda Malang / Ratih Puspitaningrum
Abstrak
Kata Kunci Media Logic Mathematic Lima Menara Kunci Geometri. Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan potensi anak sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak. Di masa inilah anak mengalami perkembangan baik perkembangan fisik psikologis kognitif moral emosional dan sosial. Setiap anak mempunyai karakteristik yang unik dan berbeda-beda. Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak yaitu faktor internal (dari dalam diri anak itu sendiri) dan faktor eksternal (faktor luar). Dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan majemuk pada anak TK maka para guru dapat menerapkan model metode dan penggunaan media untuk mengembangkan kecerdasan majemuk atau terpusat hanya pada salah satu kecerdasan saja. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media Lima Menara Kunci Geometri yang diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak serta meningkatkan kecerdasan logic mathematic untuk anak TK kelompok A. Metode yang digunakan dalam uji kelayakan media pembelajaran ini adalah dengan uji coba dan instrumen yang disebarkan kepada ahli media ahli kecerdasan jamak ahli materi dan audien yang berbentuk angket untuk mengetahui tingkat keefektifan dan kelayakan media. Dari hasil pengolahan data dapat diketahui persentasi dari ahli media mencapai 95% ahli kecerdasan jamak mencapai 97 5% ahli materi mencapai 100% dan audien mencapai 95 6%. Sehingga persentasi dari keempat responden adalah 97 02%. Artinya media Lima Menara Kunci Geometri layak digunakan tanpa revisi. Berdasarkan hasil uji ahli dan uji coba produk dapat disimpulkan bahwa media Lima Menara Kunci Geometri layak digunakan di TK. Sebagai bahan revisi dan penyempurnaan ada beberapa hal yang perlu di perhatikan antara lain ditambahkan dengan kegiatan lain yang bervariasi diharapkan adanya limit waktu tercepat/terlambat dan setiap anak harus mencoba kegiatan dengan kepingan geometri yang berbeda (circuit training) mengganti penyangga botol yang semula terbuat dari batang lidi diganti menggunakan stik permen.