Skripsi
Penerapan menggambar bebas dengan tarikan benang dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak TK-SDN satu atap Sumbersari 1 Malang / Dian Sulistiana
Abstrak
Kata Kunci Menggambar bebas Tarikan benang Motorik halus TK. . Menggambar adalah kegiatan mengungkapkan ide atau angan-angan perasaan pengalaman yang dilihatnya dengan menggunakan peralatan menggambar tertentu. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada anak kelompok B kemampuan motorik halus anak masih rendah dalam hal menggambar bebas masih mencapai 48% dari kemampuan yang diharapkan. Anak kurang berminat dalam menggambar bebas karena penggunaan bahan-bahan yang konvensional sedangkan penggunaan bahan-bahan yang lain masih kurang terutama dengan cat air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka peneliti memilih pembelajaran menggambar bebas dengan tarikan benang dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak . Berdasarkan Latar Belakang dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut 1).Bagaimana penerapan Menggambar Bebas dengan Tarikan Benang untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B 2).Apakah ada peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK-SDN Satu Atap Sumbersari I Malang melalui Menggambar Bebas dengan Tarikan Benang. Penelitian ini dilakukan bulan Nopember 2012 di TK-SDN Satu Atap Sumbersari I Malang dengan subyek penelitian sebanyak 16 peserta didik. Metode yang digunakan yaitu PTK dengan menggunakan dua siklus. Pada setiap siklus terdiri atas perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan hasil karya. Penerapan menggambar bebas ini dilakukan dengan membagi anak menjadi kelompok yang terdiri 5 anak setiap kelompok dan pelaksanaan dengan kegiatan menggambar dengan benang pada bidang gambar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa menggambar bebas dengan tarikan benang didapatkan persentase peningkatan skor anak pada siklus I peningkatan mencapai 8% dan diperoleh skor rata-rata penilaian anak sebesar 61%. Pada siklus II peningkatan mencapai 20% dengan skor rata-rata 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggambar dengan tarikan benang mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan skor dan nilai yang diperoleh anak. Disarankan pada peneliti lanjutan untuk memperhatikan langkah-langkah pembelajaran dikarenakan pada proses penarikan benang banyak anak yang kurang mampu dan kuat dalam menarik sehingga goresan benang kurang terlihat.