Skripsi
Implementasi pembelajaran kooperatif model teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata diklat melakukan prosedur administrasi pada siswa kelas X APK SMK Kosgoro 1 Lawang / Fitria Novitasari
Abstrak
Kata Kunci pembelajaran kooperatif aktivitas belajar hasil belajar Teams Games Tournamen (TGT) Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan meningkatkan kecerdasan pengetahuan kepribadian akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan ketrampilan maka harus memiliki stamina yang tinggi menguasai bidang keahlian dan dasardasar ilmu pengetahuan dan tehnolgi memiliki etos kerja yang tinggi dan mampu berkomunikasi sesuai tuntutan pekerjaan serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Oleh karena itu dalam pembelajaran melakukan prosedur administrasi siswa harus selalu di beri latihan-latihan secara intensif sehingga siswa betul-betul mampu mempraktekkannya dengan baik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournamen (TGT) untuk meningkatkan ketrampilan dan hasil belajar pada mata diklat melakukan prosedur administrasi. Penelitian dilaksanakan dengan rumusan masalah (1) Bagaimana implementasi pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi pada siswa kelas X-APK semester genap SMK Kosgoro 1 Lawang. (2) Apakah pembelajaran dengan pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-APK semester genap SMK Kosgoro 1 Lawang. (3) Apa saja hambatan dan solusi dalam pelaksanaan penerapan pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournamen (TGT) pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X-APK SMK Kosgoro 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran Kooperatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri 4 tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi (4) refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X Administrasi Perkantoran yang berjumlah 34 siswa di SMK Kosgoro 1 Lawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi wawancara dokumentasi tes dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Reduksi Data Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut nilai afektif mengalami peningkatan sebesar 19 05% . Dari siklus I sebesar 80 95% meningkat menjadi 100% di siklus II karena siswa dapat melaksanakan indikator-indikator yang telah ditentukan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I dari hasil tes ini diketahui bahwa jumlah siswa yang tuntas belajar sebelum diberikan tindakan ii sebanyak 2 siswa (6 25%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 30 siswa (93 75%). Sedangkan jumlah siswa yang tuntas belajar setelah diberikan tindakan sebanyak 23 siswa (71 87%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 10siswa (31 25%). Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II diketahui yang tuntas 6 siswa (19 36%) dan yang tidak tuntas 25 siswa (80 64%) nilai post test dari pre test ini diketahui yang tuntas 29 siswa (90 62%) dan yang tidak tuntas 3 siswa (9 38%). Apabila dibandingkan dengan nilai ratarata pada siklus I maka nilai rata-rata pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan pada pre test meningkat sebesar 13 11% pada post test mengalami peningkatan 18 75%. Penilaian hasil belajar siswa pada aspek afektif dalam penelitian ini menggunakan rubrik penilaian aspek afektif. Aspek yang dinilai meliputi kerjasama dalam kelompok ketelitian keberanian. Pada siklus I diketahui bahwa 21 76% dan pada siklus II 77 77%. Dapat dilihat bahwa pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 56 01%. Paparan hasil data di atas dapat disimpulkan bahwa (1) Implementasi pembelajaran kooperatif model TGT cocok diterapkan pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X APK di SMK Kosgoro 1 Lawang. (2) Implementasi pembelajaran kooperatif model pembelajaran TGT pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas X APK SMK Kosgoro 1 Lawang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. (3) Hambatanhambatan yang dihadapi peneliti dalam implementasi pembelajaran kooperatif model TGT adalah sebagai berikut Hambatan-hambatan yang dihadapi peneliti dalam implementasi pembelajaran kooperatif Model TGT adalah sebagai berikut Metode ini membutuhkan media belajar yang cukup banyak mulai dari LKS bahan ajar kartu soal turnamen dan kartu jawaban nomor dada siswa serta media penunjang lainnya. Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan persiapan media belajar yang matang sebelum metode ini diterapkan agar siswa tidak merasa kesulitan dalam memanfaatkan media tersebut.