Skripsi
Pemanfaatan barang bekas sebagai media edukatif untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A di RA Iskandar Sulaiman, Batu / Tutik Suparmi
Abstrak
Kata Kunci Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran kemampuan kognitif PAUD. Bidang perkembangan kognitif merupakan salah satu bidang kemampuan dasar yang wajib diberikan di taman kanak-kanak. Kemampuan kognitif dikembangkan di taman kanak-kanak dengan menggunakan berbagai variasi pembelajaran agar kemampuan kognitif anak berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi anak kelompok A RA Iskandar Sulaiman Sekar putih ditemukan bahwa 9 dari 20 anak kemampuan kognitifnya rendah. Hal ini berdampak pada kemampuan mengenal konsep bilangan dan membilang. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana pemanfaatan barang bekas sebagai media untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A di Ra Iskandar Sulaiman. (2) apakah pemanfaatan barang bekas dapat meningkatkan kemampuan kognitif kelompok A di RA Iskandar Sulaiman. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak satu siklus melalui melalui tahap perencanaan pelaksanaan tindakan penelitian observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok A RA Isakndar Sulaiman yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi instrumen menggunakan lembar observasi dan daftar dokumentasi. Cara memanfaatkan barang bekas sebagai media dengan cara merancang media membuat media menyenangkan bagi anak dengan cara membilang jumlah anggota tubuh menyamakan jumlah kelereng dengan jari dan tangan dan menggoyang-goyangkan kelereng hingga jatuh. Hasil penelitian di ketahui bahwa Pemanfaatan barang bekas sebagai media dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak terlihat pada tingkat pencapaian perkembangan 66 25 % pada siklus I pertemuan ke I dan meningkat menjadi 85 42 % pada siklus I pertemuan ke II. Saran yang diberikan kepada guru agar menggunakan barang bekas sebagai media pembelajaran di TK bagi pihak sekolah sebagai fasilitasi pemanfaatan barang bekas dan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang pemanfaatan barang bekas untuk meningkatkan kemampuan bahasa.