Tugas Akhir
Penggunaan abu vulkanik gunung Merapi untuk bahan tambah pembuatan genteng beton ditinjau dari kualitas fisik dan mekanik / Ivandre Kusumadhana
Abstrak
Kata Kunci Uji Genteng Beton Abu vulkanik Home Industry. Genteng beton merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atap. Genteng beton berfungsi sebagai penutup atap bangunan dan melindungi bangunan di bawahnya dari cuaca. Efisiensi dalam pemasangan dan perawatan yang mudah membuat genteng beton lebih banyak diminati. Dewasa ini seiring dengan berkembangnya produk genteng beton maka menimbulkan peluang untuk diadakan penelitian agar mendapatkan kualitas yang lebih baik dari pada yang sebelumnya untuk memberi informasi kepada para pengusaha bagaimanakah kualitas genteng beton yang selama ini diproduksinya. Pengujian ini bersifat perbandingan dan mencari kualitas formula yang terbaik dan bermanfaat pembuatan benda uji dan sampel diambil dari home industry genteng beton yang berada di Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk dengan sistem produksi menggunakan manual. Pengambilan abu vulkanik di sekitar Gunung Merapi dengan menentukan formula tambahan abu vulkanik yaitu sebesar 5% 10% 15% sebanyak 30 buah sebagai bahan perbandingan juga diambil 10buah sampel dari home industry yaitu genteng beton jenis garuda. Kemudian sampel dan benda uji dibawa menuju Laboratorium Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang untuk diuji dan diteliti. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui kualitas genteng beton dengan bahan tambah abu vulkanik dan genteng beton produksi home industy sudah memenuhi Standar yang berlaku yaitu SNI-03-0096-2007 atau belum untuk mengetahui bagus tidaknya kualitas genteng beton dengan bahan tambah abu vulkanik. Pengujian kualitas genteng beton meliputi uji fisik ukuran kerataan uji beban lentur penyerapan air dan ketahanan terhadap rembesan (impermeabilitas ). Dari hasil pengujian sifat fisik uji beban lentur untuk semua formula sudah memenuhi syarat SNI sedangkan uji penyerapan air sebagian benda uji tidak memenuhi standar yang ditentukan SNI. sementara hasil pengujian genteng beton produksi home industy Kecamatan Ngronggot memenuhi standar yang ditentukan SNI. Hasil pengujian penyerapan air yang mempunyai penyerapan air paling tinggi yaitu formula 15% yang tidak memenuhi standar SNI. Untuk pengujian ketahanan terhadap rembesan air tidak ada rembesan sama sekali pada seluruh benda uji jadi memenuhi standar SNI. Genteng beton produksi home industry Kecamatan Ngronggot dari semua pengujian memenuhi standar SNI-03-0096-2007 .