UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peningkatan kemampuan siswa menulis narasi menggunakan model picture and picture pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN Bendo 02 Kota Blitar / Korinus Ngutra

Ngutra, Korinus - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci picture and picture pengamatan proses Menulis merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai selain membaca agar dapat mengikuti seluruh kegiatan dalam proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu pembelajaran menulis di Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu komponen yang membentuk siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di SD terutama dalam usaha menjadikan siswa SD yang memiliki ketrampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Pembelajaran menulis yang dikembangkan di sekolah Dasar (SD) pada hakekatnya ada dua jenis yaitu menulis permulaan dan menulis lanjutan. Kegiatan menulis permulaan adalah pengenalan huruf dan penggunaan ejaan. Sedangkan kegiatan menulis lanjutan adalah latihan pengembangan ide/gagasan membuat surat pribadi dan di lanjutkan dengan pengembangan menyusun karangan (Tarigan 1994 3).Suatu tulisan atau karangan secara umum mengandung dua hal. Yaitu isi dan cara penguapan atau penyajian. Keduanya saling mempengaruhi. Substansi sebuah tulisan dan tujuan penulisan akan menetuhkan cara pengungkapan akan bersifat formal atau informal dan ragam wacana yang akan digunakan pun lebih bersifat naratif deskritif ekspositoris argumentatif atau persuasif.Salah satu ragam tulisan atau karangan yang ada dijenjang sekolah dasar adalah menulis narasi. Istilah narasi atau yang sering juga disebut naratif berasal dari kata bahasa Inggris narration (cerita) dan narrative (yang menceritakan). Narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian kejadian menurut urutan kejadiannya (kronologis) dengan maksud memberi arti kepada sebuah kejadian atau serentetan kejadian dan agar pembaca dapat memetik hikmat dari cerita itu (Suparno 2006 54). Sasarannya adalah memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya. Kepada pembaca mengenai fase langkah urutan atau rangkaian terjadinya sesuatu hal. Bentuk karangan ini dapat kita temukan misalnya pada karya drama biografi laporan peristiwa serta resep atau cara membuat dan melakukan sesuatu hal. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di lapangan menunjukan bahwa kompetensi pembelajaran menulis pada siswa kelas V di SDN Bendo 02 Kota Blitar masih belum optimal. Sebagian besar siswa dapat menulis dengan baik siswa kesulitan untuk menuangkan idenya secara berkesinambungan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Siswa menulis narasi tidak berurutan dari kalimat satu menuju kalimat berikutnya sehingga alur cerita tulisan pun sulit untuk di pahami guru maupun siswa lain yang berperan sebagai pembaca dan siswa kesulitan memilih kata yang digunakan dalam menulis narasi. Hal ini mengakibatkan nilai ketrampilan menulis narasi siswa kelas V di SDN Bendo 02 Kota Blitar masih tergolong rendah. Rendahnya ketrampilan menulis narasi ini terbukti dari jumlah seluruh siswa kelas V yaitu 27 siswa hanya 9 orang yang dinyatakan tuntas belajar dan 18 siswa belum tuntas belajar yang sebabkan oleh kurangnya kemampuan menuangkan ide atau gagasan dalam menulis narasi. Penyebab dari kelemahan siswa dalam menulis narasi ini dikarenakan (1) kurangnya pemahaman siswa tentang menulis narasi (2) siswa cenderung tidak memperhatikan hasil tulisan yang mereka hasilkan. (3) kurangnya pembendarahan kata yang dimiliki siswa (4) kurangya pemahaman siswa dalam menggunakan ejaan yang tepat (5) kurangnya kemampuan siswa mengembangkan paragraph (6) guru kesulitan dalam membangkitkan minat belajar siswa dalam menulis narasi (7) guru dalam melaksanakan pembelajaran kurang menggunakan media pembelajaran yang inovatif dan efesien (8) guru belum menggunakan metode atau model pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi menulis narasi. Dalam menyelesaikan masalah tersebut maka ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan dengan menggunakan model yang relevan sesuai kebutuhan siswa (model picture and picture). Untuk memperbaiki kekurangan di atas maka pada penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model Picture and picture. Dengan menggunakan model ini diharapkan dapat merangsang siswa dalam mengembangkan daya imajinasi kemampuan bekerjasama dan membantu siswa mampu dan mau menulis belajar dengan baik dan benar. Penggunaan model picture and picture ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik aspek kognitif psikomotor maupun afektif pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pokok bahasan menulis narasi. Pelajaran yang diterima siswa akan lebih jelas dan konkrit karena siswa dapat membuat kalimat berdasarkan gambar yang telah disediakan guru.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.62044 NGU p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2012.
Deskripsi Fisik
x, 138 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00162/KI/13
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2012
Subjek
1. BAHASA INDONESIA (PENDIDIKAN DASAR) - MENULIS NARASI
Pembimbing
1. Sutansi ; 2. Sri Muryati
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik