Skripsi
Analisis historis pendidikan karakter di sekolah sejak proklamasi kemerdekaan sampai era reformasi / Abd. Mu\'id Aris Shofa
Abstrak
ABSTRAK Aris Shofa Abd Mu id. 2012. Analisis Historis Pendidikan Karakter di Sekolah Sejak Proklamasi Kemerdekaan Sampai Era Reformasi. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Margono M.Pd M.Si. (2) Dr. H. A. Rosyid Al-Atok M.Pd M.H. Kata Kunci Pendidikan Karakter Proklamasi Kemerdekaan Era Reformasi Upaya membangun karakter bangsa sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal kemerdekaan. Seokarno sebagai salah satu pendiri bangsa telah menegaskan pentingnya nation and character building. Pada saat proklamasi kemerdekaan bukan hanya membangun negara tetapi juga membangun bangsa yang memiliki karakter kuat untuk membedakan dengan bangsa lain. Dalam penanaman karakter pendidikan di sekolah memiliki fungsi paling utama. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) bagaimana esesnsi pendidikan karakter di sekolah (2) bagaimana pendidikan karakter di sekolah sejak proklamasi kemerdekaan (3) bagaimana pendidikan karakter di sekolah pada masa Orde baru (4) bagaimana pendidikan karakter pada era Reformasi (5) apa persamaan dan perbedaan pendidikan karakter sejak Proklamasi Kemerdekaan sampai Era Reformasi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan esensi pendidikan karakter di sekolah (2) mengetahui dan memahami pendidikan karakter karakter di sekolah pada masa proklamasi kemerdekaan (3) mengetahui dan memahami pendidikan karakter di sekolah pada masa Orde Baru (4) mengetahui dan memahami pendidikan karakter pada Era Reformasi (5) mengetahui dan memahami persamaan dan perbedaan pendidikan karakter sejak proklamasi kemerdekaan sampai era reformasi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan melakukan analisis terhadap data dan fakta yang diperoleh dari sumber pustaka dan dokumen sehingga memperoleh suatu hasil analisis berupa argumentasi penulis. Proses penggarapan yang digunakan meliputi heuristic kritik interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada awal proklamasi kemerdekaan tujuan pendidikan nasional adalah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bersusila serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan mesyarakat dan tanah air. Selain itu juga untuk membangun karakter peserta didik yang cinta pada tanah air dan punya jiwa patriot yang tinggi. Ketika Orde baru tujuan pendidikan nasional untuk membentuk manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi mutunya dan mampu mandiri serta bisa menangkal setiap ajaran paham dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Memasuki era reformasi tujuan pendidikan nasional membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa cakap kreatif mandiri dan bertanggung jawab. Persamaan dari pendidikan karakter di sekolah sejak proklamasi kemerdekaan sampai era reformasi adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dijadikan landasan kebijakan pendidikan nasional dan melaksanakan pendidikan bagi setiap warga negara. Sedangkan perbedaannya yaitu dari aspek sosial politik ekonomi dan kebudayaan ternyata juga membawa pengaruh terhadap kebijakan pendidikan. Berdasarkan temuan penelitian ini maka peneliti menyarankan agar generasi muda terutama yang masih berada dalam proses pendidikan baik secara formal maupun informal untuk mempelajari dan memahami pendidikan karakter di Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar generasi muda penerus bangsa memahami nilai-nilai karakter bangsa dan tidak tercerabut dari akar kebudayaannya sendiri. Selain itu juga agar generasi muda mampu mengaplikasikan nilai-nilai karakter bangsa yang telah di ajarkan oleh tokoh-tokoh bangsa sejak proklamasi kemerdekaan sampai sekarang dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita mengerti dan faham akan pentingnya nilai-nilai karakter itu bagi dirinya orang lain masyarakat bangsa dan negara.