Tesis
Perbedaan motivasi kerja, kinerja dan sikap profesional guru SD/MI yang sudah dengan yang belum bersertifikat pendidik di Kecamatan Junrejo Kota Batu / Suharjiyah
Abstrak
Suharjiyah 2012. Perbedaan Motivasi Kerja Kinerja dan Sikap Profesional Guru SD/MI yang Sudah dengan yang Belum Bersertifikat Pendidik di Kecamatan Junrejo Kota Batu.Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono M.Pd. (2) Dr. H. A. Supriyanto M.Pd.M.Si Kata kunci motivasi kerja kinerja sikap profesional sertifikat pendidik guru SD/MI. Sertifikasi merupakan program pemerintah dalam rangka peningkatan moti-vasi kualitas kinerja dan sikap profesional guru yang dibarengi dengan peningka-tan kesejahteraan mereka. Diharapkan program ini meningkatkan mutu pembel ajar-an dan pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan ternyata kebijakan sertifi ka si bagi guru cenderung berorientasi pada harapan kenaikan tunjangan saja. Survei yang dilaksanakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengnai dampak sertifikasi terhadap kinerja guru menyatakan bahwa kiner ja guru yang sudah lolos sertifikasi belum memuaskan. Motivasi kerja yang tinggi justru ditunjukkan guru-guru diberbagai jenjang pendidikan yang belum lolos sertifikasi. Harapan mereka adalah segera lolos sertifikasi berikut mempero leh tunjangan profesi guru bekerja keras untuk kelulus an sertifikasi baik melalui PLPG maupun melalui portofolio ironisnya banyak bukti portofolio yang kurang benar keberadaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tentang motivasi kerja guru kinerja guru sikap profesional guru SD/MI yang sudah dan yang belum bersertifikat pendidik di Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuan titatif dengan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Populasi peneliti an ini adalah guru-guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Junrejo dengan status PNS/CPNS yang sudah berkualifikasi pendidikan Strata satu (S1).Pengambil an sampel menggunakan teknik quota ran dom sampling. Instrument penelitian menggunakan skala likert dan observasi. Analisis data penelitian meng guna kan teknik Anova (Analisis Of Variance) dan Manova. Tingkat motivasi kerja guru yaitu 38% tingkat motivasi sangat tinggi 13% bersertifikat dan 25% belum bersertifikat sebagian 62% kategori motivasi kerja tinggi 37% sudah sertifikasi dan 25% belum bersertifikat. Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa nilai F hitung yang didapat sebesar 0 019 dengan angka signifikansi sebesar 0 890. Karena F hitung lebih kecil dari nilai F tabel dengan db 1 dan db 2 58 pada alpha 5% adalah sebesar 4 007. Maka hipotesis yang diterima adalah H0 yaitu tidak terdapat perbedaan tingkat motivasi kerja guru yang sudah bersertifikat dengan yang belum bersertifikat. . Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 9 044 dan signifikansi sebesar 0 004. Karena nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel db1 1 dan db2 58 pada alpha 5% adalah sebesar 4 007 maka hipotesis yang diterima adalah H1 yaitu terdapat perbedaan kinerja antara guru yang sudah sertifikasi dengan yang belum. Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 0 042 dan signifikansi sebesar 0 839. Karena F hitung lebih kecil dari F tabel maka hipotesis yang diterima adalah H0 yaitu tidak terdapat perbedaan kategori sikap profesional guru yang sudah sertifikasi dengan yang belum. Hasil analisis Manova yang mencari perbedaan ketiga variable tersebut me-nun jukkan bahwa nilai F hitung sebesar 3 050 untuk seluruh hasil metode perban-ding an serta nilai signifikansi sebesar 0 036. Nilai F tabel yang didapat dengan db1 3 dan db2 56 adalah sebesar 2 769. Karena nilai F hitung lebih besar dari F tabel (3 050 2 796) dan nilai signifikansi lebih kecil dari alpha 5% (0 036