Tesis
Penerapan model CIRC berbantuan media boneka tongkat untuk meningkatkan kemampuan bercerita dalam dongeng di kelas III SDN Kanigoro 02 Kecamatan Pagelaran / Dwi Agus Setiawan
Abstrak
Kata kunci cooperative integrated reading and composition (CIRC) media boneka tongkat cerita dongeng. Pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil wawancara dan observasi awal di SDN Kanigoro 02 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang ditemukan bahwa dalam pembelajaran guru jarang melibatkan keaktifan siswa. Hasil belajar siswa pada semester II rata-rata masih tergolong rendah dan di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Rata-rata kelas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada semester II yaitu 61 Penelitian dilakukan untuk mengetahui hasil belajar bercerita dongeng pada mata pelajaran Bahasa Indonsesia Kelas III SDN Kanigoro 02 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran model CIRC Berbantuan Media Boneka Tongkat (2) mendiskripsikan peningkatan kemampuan bercerita dongeng setelah diadakan pembelajaran dengan menggunakan model CIRC Berbantuan media Boneka tongkat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian dengan menggunakan model CIRC dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakn isi dongeng yang dibaca. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah kelas III SDN Kanigoro 02 Kecamatan pagelaran Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi wawancara dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan I yaitu 67 00% hanya 9 siswa saja yang berhasil belajar dengan mencapai angka diatas Standar Ketuntasan Minimal (SKM) sesuai dengan Standart Ketuntasan Minimal (SKM) yang telah ditentukan sedangkan 12 siswa yang lain tidak tuntas belajar. Ketuntasan klasikal yang diperoleh dari siklus I pertemuan I yaitu sebesar 58%. Sedangkan pada siklus I pertemuan kedua rata-rata kelas 73 33% dan 13 siswa yang tuntas belajar sedangkan sisanya 8 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar (gagal) ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus I pertemuan kedua sebesar 62. Sedangkan pada Siklus II Pertemuan I rata-rata kelas mengalami sedikit peningkatan yaitu 74 52 terdapat 14 siswa yang tuntas dalam pembelajaran sedangkan sisanya 7 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar. Ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus II adalah sebesar 66% saja sedangkan pada pertemuan II terdapat peningkatan dalam bercerita dongeng yaitu rata-rata kelas mendapatkan nilai 82 85 terdapat 16 siswa yang tuntas belajar sedangkan sisanya 5 siswa yang lainnya tidak tuntas belajar (gagal) ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus II pertemuan kedua 77% Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam bercerita melalui model Coopeartive Integrated Reading And Composition di kelas III SDN Kanigoro 02 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang yaitu Siswa mulai bisa bercerita dengan intonasi yang tepat dan mampu melafalkan isi cerita dongeng dengan sangat tepat siswa juga sudah bisa menvisualisasikan tokoh cerita dalam dongeng dan siswa juga sudah bisa menceritakan isi cerita dongeng dengan sangat tepat. Hal itu bisa dilihat dari hasil peningkatan kemampuan bercerita siswa dari siklus I dan siklus II. Saran-saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini diantaranya Guru kelas III pelajaran Bahasa Indonesia disarankan agar dalam proses pembelajaran dapat menerapkan pembelajaran yang dapat mengaktifkkan siswa dalam belajar yang salah satunya adalah (Cooperative Integrated Reading and Composition) CIRC Berbantuan media Boneka Tongkat dan untuk materi pelajaran yang lain untuk meningkatkan aspek afektif kognitif dan psikomotor siswa misalnya dengan membiasakan siswa untuk melakukan presentasi diskusi kelompok dan memberikan tugas-tugas kepada siswa seperti tugas tampil bercerita didepan kelas seperti memerankan tokoh dongeng yang diceritakan didepan kelas.