UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Maroalitas cerita Kunjarakarno pada relief Candi Jajaghu Dusun Jago Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang / Fitri Elizi

Elizi, Fitri - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci moralitas cerita rakyat relief Indonesia adalah negara yang terkenal akan kekayaan sejarah budayanya termasuk kesenian kesusastraan dan kepercayaan agama. Masyarakat Indonesia perlu mengadakan berbagai upaya untuk mempertahankan budaya luhur bangsa Indonesia. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menggali kembali peninggalan-peninggalan daerah yang mengandung nilai-nilai luhur melalui penelitian pengkajian dan pengembangan bahasa dan sastra daerah. Nilai-nilai luhur tersebut dapat kita gali dari cerita rakyat karena cerita rakyat mengandung banyak nilai luhur yang dapat dipetik diantaranya adalah nilai moral. Salah satu cerita rakyat yang dituliskan adalah cerita yang terdapat pada dinding candi atau lebih dikenal dengan relief. Cerita pada relief tersebut memiliki nilai moral jika dikaji. Penelitian ini menggunaka rancangan deskriptif kualitatif dengan pendekatan moral. Pendekatan tersebut digunakan untuk moralitas yang terdapat dalam cerita Kunjarakarna pada relief Kunjarakarna di candi Jajaghu. Sumber data yang peneliti gunakan adalah relief Kunjarakarna yang ada pada candi Jago. Narasumber dalam penelitian ini adalah juru kunci biksu tokoh masyarakat dan warga masyarakat sekitar Candi Jajaghu. Moralitas sosial pada cerita Kunjarakarna pada relief Candi Jago meliputi (a) kepatuhan bentuk kepatuhan pada cerita Kunjarakarna yaitu kepatuhan Kunjarakarna pada tuhan dan kepatuhan Kusumagandawati pada Purnawijaya agar menunggui jasad Purnawijaya. Kepatuhan pada cerita Kunjarakarna digambarkan pada adegan ketiga ke-12 dan ke- 13 (b) pemberani bentuk pemberani pada cerita Kunjarakarna yaitu Kunjarakarkarna yang tetap masuk kedalam neraka meski telah diperingatkan Dwarapala. Sifat pemberani pada cerita Kunjarakarna digambarkan adegan ketiga dan keempat (c) tanggung jawab bentuk tanggung jawab pada cerita Kunjarakarna yaitu Purnawijaya yang digambarkan menjalani siksaan di neraka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sifat tanggung jawab pada cerita Kunjarakarna digambarkan pada adegan ke-25 dan ke-26 (d) setia bentuk setia pada cerita Kunjarakarna yaitu Kusumagandawati yang setia menunngui jasad suaminya dan Kusumagandawati melakukan pemujaan untuk memohonkan ampun dosa suaminya. Sifat setia pada cerita Kunjarakarna tampak panel ke-13 ke-31 dan ke-32 (e) suka menolong bentuk suka menolong pada cerita Kunjarakarna yaitu Kunjarakarna mengantarkan Purnawijaya menemui Budha Wairocana. Sifat suka menolong pada cerita Kunjarakarna terdapat pada panel ke-10 (f) peduli nasib orang lain bentuk peduli pada nasib orang lain pada cerita Kunjarakarna yaitu Kunjarakarna melihat sebuah tempat penyiksaan yang disiapkan untuk Purnawijaya yang akan ii segera meninggal dan melihat itu Kunjarakarna memberitahu Purnawijaya. Sifat peduli nasib orang lain pada cerita Kunjarakarna terdapat pada panel keenam dan ketujuh (g) mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan bentuk mengingatkan orang lain pada cerita Kunjarakarna yaitu kedatangan Kunjarakarna ke tempat Purnawijaya untuk memperingatkan kesalahan Purnawijaya. Sifat yang suka mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan tampak pada panel ke-10. Moralitas religi pada cerita Kunjarakarna pada relief candi Jago adalah sebagai berikut (a) memohon ampun bentuk memohon ampun yaitu Kunjarakarna yang dalam posisi berjongkok menyembah memohon ampun pada Buddha Wairocana Purnawijaya datang memohon ampun pada Buddha Wairocana Kusumagandawati datang memuja kepada Buddha Wairocana memohonkan ampun untuk suaminya. Pada cerita Kunjarakarna memohon ampun ampak pada panel kedua ke-10 ke-31 dan ke-32 (b) Taubat bentuk taubat pada cerita Kunjarakarna yaitu Purnawijaya datang memohon ampun pada Buddha Wairocana dan Purnawijaya digambarkan dalam hutan Mahameru menuju pertapaannya. Taubat nampak pada panel ke-10 ke-12 dan ke-49. Disarankan bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian yang berkaitan dengan cerita Kunjarakarna mampu mengadakan penelitian dari pendekatan lain selain nilai moral. Relief adalah cerita yang dipahatkan di dinding candi pada cerita relief tersebut banyak hal yang bisa dikaji. Sehingga karya sastra tidak hanya meliputi novel cerpen dan puisi namun juga cerita yang ada pada relief suatu candi. Bagi pembaca diharapkan dapat menghayati dan m engambil pelajaran nilai moral-nilai moral yang terdapat pada cerita Kunjarakarna. Bagi lembaga terkait diharapkan dari nilai moral yang terjadi pada penelitian ini lembaga terkait dapat mengambil hikmah dan menanamkan nilai moral tang baik dalam berbangsa dan bernegara. Selain itu agar dinas yang terkait agar menyokong pelestarian warisan leluhur kita berupa candi pada umumnya dan Candi Jago pada khususnya. Pelestarian ini bertujuan agar warisan leluhur tersebut dapat dinikmati oleh generasi penerus.


Informasi Detail
DDC
Rs 398.232958 ELI m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, 2012.
Deskripsi Fisik
xi, 96+[14] lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00396/KI/13
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2012
Subjek
1. CERITA RAKYAT - MORALITAS
2. RELIEF CANDI

Pembimbing
1. Wahyudi Siswanto ; 2. Dwi Sulistyorini
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik