Tugas Akhir
Tinjauan mutu dan efisiensi biaya penambahan abu batu bara dalam pembuatan batako pada sentra industri di Kabupaten Ponorogo / Achmad Nasihin
Abstrak
Kata Kunci Batako Abu Batu Bara Sentra Industri Kabupaten Ponorogo Batako merupakan bahan bangunan yang telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan yang berfungsi untuk bahan bangunan konstruksi. Conblock concrete block atau batu cetak beton adalah komponen bangunan yang dibuat dari campuran semen Portland atau pozolan pasir air dan atau tanpa bahan tambahan lainnya additive dicetak sedemikian rupa hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan dinding. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas batako dengan campuran limbah abu batu bara dan batako produksi home industy Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo sudah memenuhi Standart yang berlaku Yaitu SNI 03-0349-1989 atau belum. Pengujian kualitas batako meliputi ukuran kuat tekan dan penyerapan air. Penelitian ini bersifat perbandingan pembuatan benda uji dan sampel diambil dari home industry batako yang berada di Desa Duri Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo dengan sistem produksi menggunakan manual. Pengambilan limbah abu batu bara di Desa Nloning Kecamatan Slahung dengan menentukan campuran abu batu bara yaitu sebesar 5% 10% dan 15%. Dari masing-masing prosentase dibuat sebanyak 15 buah batako untuk tiga macam pengujian sebagai batako pembanding juga diambil 5 buah sampel dari home industry. Kemudian sampel dibawa menuju Laboratorium Pengujian Bahan Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Pada pengujian ukuran batako tidak memenuhi standar SNI 03-0349-1989 hal ini dikarenakan ukuran cetakan yang umum digunakan di daerah Slahung tidak memenuhi standar. Untuk pengujian kuat tekan batako normal campuran 5% dan campuran 15% masuk dalam kategori batako kelas IV sedangkan dengan campuran abu batu bara 10% masuk dalam kategori batako kelas III. Dari hasil pengujian penyerapan air semua jenis batako memenuhi SNI 03-0349-1989 dimana penyerapan air batako tidak lebih dari 25%. Efisiensi biaya pembuatan batako antara batako normal dengan batako campuran abu batu bara 10% menghasilkan selisih harga ( Rp 280.000-Rp 256.750 Rp 23.250 ). Jadi biaya produksi batako antara batako normal dengan batako campuran abu batu bara 10% menghasilkan selisih harga Rp 23.250 00.