Tugas Akhir
Rekayasa sambungan Dowel pada kayu jabon (anthocephalus cadamba): tinjauan terhadap efisiensi pada pekerjaan dan kekuatan / Agus Suparman
Abstrak
Kata kunci efisiensi kekuatan sambungan kayu kayu jabon Seiring perkembangan teknologi sambungan menyebabkan orang memungkinkan membangun konstruksi bangunan yang besar dari kayu dengan alat sambung kayu modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan efisiensi pekerjaan dan perbandingan kekuatan sambungan purus dan sambungan dowel mengetahui kerusakan sambungan purus dan dowel Peneltian ini menggunakan pendekatan eksperimen untuk mengetahui kekuatan sambungan purus dan dowel yang terdiri dari sepuluh buah benda uji masing-masing terdiri dari lima buah sampel untuk setiap benda uji sambungan. Berdasarkan hasil penelitian efisiensi pekerjaan sambungan purus dan dowel maka didapat biaya total untuk pekerjaan sambungan purus sebesar Rp 7500 dengan lama proses 22 menit. Sedangkan biaya total untuk pekerjaan sambungan dowel sebesar Rp 7150 dengan lama proses pembuatan 18 menit. Jadi efisiensi pekerjaan sambungan dowel lebih cepat dan murah dibandingkan sambungan purus. Beban maksimum dari lima buah sampel benda uji sambungan purus adalah sebesar 36.9 kg dengan deformasi sebesar 1 66 cm. Momen rata rata yang dihasilkan dalam sambungan purus ini sebesar 922.5 kg cm dengan jarak jatuhnya beban sebesar 25 cm. Sedangkan untuk lima buah sampel benda uji sambungan dowel didapat rata-rata beban maksimum 28.8 kg dengan deformasi 0 53 cm. Momen rata-rata yang dihasilkan dalam sambungan dowel sebesar 720 kg cm dengan jarak jatuhnya beban sebesar 25 cm. Jadi sambungan purus lebih kuat dibandingkan dengan sambungan dowel. Dari hasil penelitian in saran yang diajukan adalahperlunya perlakuan yang lebih detail lagi untuk mengetahui efisiensi pekerjaan sambungan dan perlunya penelitian tentang prilaku penempatan dowel dan jumlah dowel. Karena Kekuatan sambungan juga di pengaruhi jumlah dowel yang ada pada sambungan tersebut. Dalam penelitian ini jumlah perlakuan dowel yang digunakan yaitu dua dowel. Karena ukuran penampang kayu yang digunakan tidak memungkinkan untuk dipasang dowel yang lebih banyak. Maka dari itu balok kayu yang digunakan juga harus lebih luas penampangnya.Serta perlu diteliti kekuatan sambungan pada kayu jenis lain yang lebih keras mengingat penelitian ini mengambil kayu jenis lunak yaitu kelas kuat III-IV.