Skripsi
Kajian pelaksanaan pembelajaran blended learning pada matapelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Malang / Shofiyah Al Idrus
Abstrak
Kata Kunci pembelajaran blended learning TIK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pada matapelajaran TIK berdasarkan blended learning pada siswa di MAN 3 Malang (2) mendeskripsikan faktor-faktor pendukung di dalam pelaksanaan pembelajaran pada matapelajaran TIK berdasarkan blended learning pada siswa di MAN 3 Malang (3) mendeskripsikan faktor-faktor penghambat di dalam pelaksanaan pembelajaran pada matapelajaran TIK berdasarkan blended learning pada siswa di MAN 3 Malang dan (4) mendeskripsikan implikasi pelaksanaan pembelajaran pada matapelajaran TIK berdasarkan blended learning pada siswa di MAN 3 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Obyek penelitian ini adalah kelas X. Bahan-bahan deskripsi didapatkan melalui wawancara mendalam pengamatan peran serta dan dokumentasi. Subyek penelitian yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum guru matapelajaran TIK wakil siswa yang representative sebanyak 4 orang. Informan penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan teknik snow ball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran blended learning di MAN 3 Malang belum maksimal dan efektif. Pelaksanaan pembelajaran berbasis blended learning hanya kental pada penerapan model 5 (lima). Faktor pendukung seperti sarana prasarana akses terhadap komputer dan internet serta pemanfaatan e-learning telah terpenuhi dengan baik. Sedangkan untuk faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran blended learning terletak pada kemampuan guru dalam bidang TIK. Temuan hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor penghambat terletak pada guru. Guru belum memiliki kemampuan yang cukup dalam hal penguasaan materi dan pemanfaatan fasilitas TIK yang ada secara maksimal Belum cukupnya kemampuan guru dalam hal penguasaan materi dan pemanfaatan fasilitas TIK juga dapat disebabkan karena guru matapelajaran TIK tidak berasal dari ruang lingkup matapelajaran TIK. Disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran blended learning di MAN 3 Malang tidak maksimal dan efektif dikarenakan tidak terpenuhinya kemampuan guru dalam bidang TIK. Oleh karena itu hanya penerapan model 5 (lima) yang terlihat secara maksimal dengan penggunaan fasilitas online yang sangat rendah. Implikasi yang ditunjukkan dari segi siswa dalam proses blended learning yaitu pemahaman siswa terhadap suatu materi sangat dalam siswa menjadi kritis terciptanya kondisi pembelajaran yang menarik dan nyaman dan menjadikan siswa aktif dalam proses pembelajaran.