UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Implementasi kurikulum muatan lokal fashion design di SMA Ar-Rohmah Putri (Boarding School) Kabupaten Malang / Siti Zahro

Zahro, Siti - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci muatan lokal fashion design SMA Ar-Rohmah Putri (Boarding School) Kabupaten Malang merupakan sekolah yang unik. Adanya fashion design sebagai muatan lokal yang wajib bagi peserta didik berbeda dengan SMA lain pada umumnya. Tujuan muatan lokal fashion design adalah membekali peserta didik untuk berwirausaha dalam tata busana yang dapat digunakan sebagai bekal berumah tangga. Rumusan penelitian ini adalah bagaimana implementasi perencanaan pelaksanaan dan evaluasi muatan lokal fashion design di SMA Ar-Rohmah Putri (Boarding School) Kabupaten Malang. Jenis rancangan penelitian yang digunakan studi kasus yang bertujuan untuk memerikan fakta yang ada di lapangan mengenai implementasi muatan lokal fashion design di SMA Ar-Rohmah Putri Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan pada awal semester. Beberapa persiapan yang dilakukan adalah persiapan kurikulum muatan lokal persiapan perangkat pembelajaran menyiapkan pengajar dan peserta didik. Kurikulum pembelajaran muatan lokal fashion design merupakan mata pelajaran wajib di sekolah. Perangkat pembelajaran adalah silabus RPP jadwal pembelajaran bahan ajar media pembelajaran dan peralatan. Ruangan praktikum masih belum permanen. Pengajar berjumlah 1 orang sebagai pengajar tetap. Peserta didik adalah kelas X dan XI (2) Pelaksanaan pembelajaran cukup unik materi dikelas X adalah menjahit dengan mesin mengenal busana mengenal bahan menjahit busana mengenal piranti menjahit busana menggambar busana dan dikelas XI lebih banyak materi tentang pembuatan lenan rumah tangga dan pembuatan pelengkap busana. Pengajar dalam menyampaikannya perlu kerja keras dan kesabaran serta kedisiplinan waktu untuk melaksanakannya pembelajaran tersebut. Pelaksanaan pembelajaran selama ini sudah terlaksana dengan lancar meskipun ada beberapa hal yang ditingkatkan agar hasilnya lebih meningkatkan kualitas kompetensi peserta didiknya yaitu media mesin jahit dan ruang laboratorium mesin jahit yang permanen (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap satu minggu sekali oleh seluruh pengajar Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah. Evaluasi dilakukan membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi seminggu sebelumnya. Tujuan evaluasi yang dilakukan adalah untuk memotivasi peserta didik dalam mengikuti mata pelajaran dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh sekolah. Terkait dengan hasil penelitian ini saran diberikan kepada sekolah agar lebih meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran muatan lokal fashion design dan guru perlu penyiapan RPP yang disesuaikan dengan kemampuan awal peserta didik.


Informasi Detail
DDC
Rs 746.92 ZAH i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Tata Busana, 2012.
Deskripsi Fisik
x, 74 (35) lembar ; il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00428/KI/13
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2012
Subjek
1. FASHION DENGAN - KURIKULUM
Pembimbing
1. Endang Prahastuti ; 2. Hapsari Kusumawardani
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik