Skripsi
Hubungan kematangan emosi dengan perilaku pemberian hukuman oleh guru di sekolah / Asri Rahayu
Abstrak
Kata kunci kematangan emosi hukuman di sekolah Kematangan emosi merupakan kemampuan yang dimiliki untuk mengontrol emosi sehingga individu dapat bertingkah sesuai dengan situasi di lingkungan dan mampu mengendalikan emosi ketika berada dalam situasi sosial tertentu. Perilaku pemberian hukuman di sekolah merupakan tindakan guru dalam menghadapi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa tindakan untuk menghukum siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku pemberian hukuman di sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian ini adalah guru yang mengajar di SMP Negeri di Kecamatan Wates Kediri sebanyak 80 guru. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi dan skala perilaku pemberian hukuman. Skala kematangan emosi terdiri dari 33 aitem dengan reliabilitas 0 908 dan skala perilaku pemberian hukuman terdiri dari 36 aitem dengan reliabilitas 0 897. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi guru SMP Negeri di Kecamatan Wates sebagian besar dalam kategori cukup matang dengan persentase sebesar 46 25% dan perilaku pemberian hukuman oleh guru SMP Negeri di Kecamatan Wates sebagian besar dalam kategori cukup efektif dengan persentase sebesar 53 75%. Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku pemberian hukuman di sekolah pada guru SMP Negeri di Kecamatan Wates (rxy 0 226 p 0 044 0 05). Hal ini dapat diartikan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku pemberian hukuman oleh guru di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan (1) Guru diharapkan dapat mempertahankan serta meningkatkan kematangan emosi yang dimiliki dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kematangan emosi guru dan diharapkan menggunakan hukuman sebagai solusi terakhir dalam memberikan hukuman guru diharapkan dapat memberikan hukuman yang efektif bagi para siswanya. (2) Sekolah diharapkan agar ikut berperan serta untuk mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kematangan emosi guru berupa pelatihan kematangan emosi dan dapat membuat kebijakan dan training tentang bagaimana cara memberi hukuman yang baik dan efektif. (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian tentang kematangan emosi dan perilaku pemberian hukuman dan variabel lain yang berkaitan dengan kematangan emosi dan perilaku pemberian hukuman oleh guru di sekolah.