Skripsi
Kritik sosial dalam novel Sang Pencerah dan potensi bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk siswa SMP / Reza Fajri
Abstrak
Kata Kunci kritik sosial bahan ajar pendidikan karakter Kritik sosial merupakan salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya sistem sosial atau proses bermasyarakat. Secara terminologi kata kritik sosial merupakan frase yang terdiri dari dua kata yaitu kritik dan sosial. Kritik adalah tanggapan atau kecaman yang kadang-kadang disertai dengan uraian dan pertimbangan baik maupun buruknya hasil karya. Kritik sosial juga dapat diartikan dengan penilaian keadaan masyarakat pada suatu saat. Dengan kata lain dapat dikatakan kritik sosial sebagai tindakan adalah membandingkan serta mengamati secara teliti dan melihat perkembangan secara cermat tentang baik atau buruknya kualitas masyarakat. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengukir karakter melalui proses melibatkan aspek kognitif emosi dan fisik sehingga akhlak mulia bisa terukir menjadi mindset kebiasaan dan tindakan. Dari penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter adalah sebuah proses untuk menumbuh kembangkan segala potensi dan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia baik intelegensi emosional dan prilakunya sehingga dengan demikian proses pendidikan diselenggarakan dalam rangka untuk menciptakan pribadi yang unggul yang memiliki kepribadian yang mulia dan memiliki keilmuan dan wawasan yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk medeskripsikan (1) kritik pengarang terhadap kemiskinan yang terdapat dalam novel Sang Pencerah (2) kritik pengarang terhadap prasangka sosial yang terdapat dalam novel Sang Pencerah dan (3) potensi bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah kritik sosial dalam novel Sang Pencerah yang berupa satuan narasi monolog dan dialog tertulis yang menggambarkan konflik yang dihadapi serta sikap dalam menghadapi konflik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral yang diterbitkan tahun 2010. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik dokumentasi. Dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki teks tertulis berupa novel. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis melalui beberapa tahap yaitu tahap kodifikasi data tahap identifikasi data tahap interpretasi data dan tahap verifikasi data. Teknik penarikan kesimpulannya menggunakan teknik penarikan kesimpulan induktif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang menelaah karya sastra dengan bantuan ilmu sosiologi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan Pertama kritik sosial dalam kumpulan novel Sang Pencerah merefleksikan permasalahan ii sosial dengan deskripsi kritik pengarang terhadap kemiskinan dan kritik pengarang terhadap prasangka sosial. Kedua di dalam novel Sang Pencerah terdapat kritik pengarang terhadap kemiskinan terdiri dari (a) kritik sosial terhadap praktek rentenir dan (b) kemiskinan akibat penjajahan dan tanam paksa. Sedangkan kritik pengarang Terhadap prasangka sosial terdiri atas (a) kritik sosial terhadap perilaku diskriminasi (b) kritik sosial terhadap bentuk penindasan dan (c) kritik sosial terhadap prasangka masyarakat. Ketiga novel Sang pencerah memiliki Potensi sebagai bahan ajar sastra berbasis pendidikan karakter untuk siswa SMP. Dengan demikian penelitian mengenai kritik sosial ini dapat lebih dikembangkan sebagai dasar kajian mengingat perkembangan karya sastra di Indonesia yang cukup pesat dan membanggakan sehingga referensi terhadap wawasan keilmuan dalam memahami karya sastra pun semakin bertambah.