Skripsi
Hubungan penerapan hukuman yang tidak efektif diSekolah dengan inferioritas pada siswa SD / FEntostan Widoyoko Tunggal
Abstrak
Kata kunci penerapan hukuman yang tidak efektif inferioritas siswa SD Siswa SD mengalami perubahan lingkungan anak rumah menjadi anak sekolahan. Adanya perubahan ini membuat siswa mengembangkan standarstandar baru dalam menilai dirinya. Standar-standar baru didapat dari interaksi siswa dengan orang lain terutama guru. Adanya hukuman yang diberikan oleh guru saat proses belajar mengajar mengakibatkan adanya penilaian yang negatif siswa terhadap dirinya. Hal ini yang membuat siswa mengalami perasaan inferioritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan hukuman yang tidak efektif di sekolah dengan inferioritas pada siswa SD. Rancangan penelitian kuantitatif ini adalah deskriptif korelasional. Subjek penelitian ini sebanyak 108 siswa SD dengan rincian 12 siswa kelas 4 12 siswa kelas 5 dan 12 siswa kelas 6 di SDN Pujon Lor 1 SDN Pujon Lor 2 dan SDN Pujon Lor 3. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket penerapan hukuman tidak efektif di sekolah dan skala inferioritas. Angket penerapan hukuman tidak efektif di sekolah terdiri dari 36 aitem dengan reliabilitas 0 854 dan skala inferioritas terdiri dari 35 aitem dengan reliabilitas 0 874. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik prosentase analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukuman yang tidak efektif di sekolah pada subjek penelitian sebagian besar dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 78 % dan gambaran kondisi inferioritas pada subjek penelitian sebagian besar dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 71 %. Uji hipotesis menyimpulkan tidak terdapat hubungan antara penerapan hukuman yang tidak efektif di sekolah dengan pada siswa SD (rxy 0 093 p 0 340 0 05). Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan (1) Bagi Sekolah hukuman di sekolah yang dilakukan oleh guru sebaiknya menggunakan hukuman yang efektif (2) Bagi orang tua diharapkan tidak menggunakan pola asuh gaya hidup dimanja dan pola asuh gaya hidup tertolak karena dapat menyebabkan perasaan inferioritas pada anak (3) Bagi Peneliti Selanjutnya diharapkan mengembangkan penelitian dengan cara menambah populasi dan memasukkan faktor lain yang berhubungan dengan penerapan hukuman yang tidak efektif di sekolah dan inferioritas pada siswa SD sebagai variabel.