Skripsi
Peningkatan kemampuan menyimak cerita rakyat melalui model pembelajaran kooperatif Two Stay-Two Stray (TSTS) pada siswa kelas V SDN Kayen I Kabupaten Jombang / Sri Wilujeng
Abstrak
Kata kunci peningkatan kemampuan model pembelajaran TSTS cerita rakyat Masalah yang dihadapi oleh guru adalah kemampuan menyimak cerita pada siswa kelas V SDN Kayen I masih rendah sehingga sulit untuk menyimak dan menyampaikan kembali cerita yang didengarkan. Untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat dipilih sebuah model pembelajaran kooperatif tipe TSTS. Dengan demikian siswa dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita membaca cerita sesuai dengan intonasi yang tepat dapat menyampaikan kembali apa yang telah didengar dengan cara kerja kelompok sekaligus menulis cerita dengan kalimat yang runtut sesuai EYD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran TSTS dalam meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat bagi siswa kelas V SDN Kayen I dan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali cerita rakyat melalui model pembelajaran TSTS kelas V SDN Kayen I Kabupaten Jombang. Penelitian dilaksanakan di SDN Kayen I Kabupaten Jombang pada siswa kelas V yang berjumlah 36 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah tes baik individu maupun kelompok lembar observasi kegiatan guru dan siswa dan dokumentasi foto kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian peningkatan dilihat pada saat pra tindakan hasil yang dicapai 36 1 % kemudian pada siklus I pertemuan I hasil belajar siswa juga meningkat mencapai 50% dan pada pertemuan II mencapai 58 3 % pada siklus II pertemuan I hasil belajar siswa juga meningkat mencapai 72 % dan pada pertemuan II hasil belajar siswa meningkat mencapai 80 %. Dari angka persentase hasil belajar siswa pada pratindakan siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak cerita rakyat hendaknya guru menggunakan model pembelajaran yang lebih inovatif dan mengajak siswa lebih aktif seperti model pembelajaran TSTS. Dalam menerapkan model pembelajaran TSTS hendaknya guru memahami kegiatan pokok dan komponen-komponen yang terdapat pada model pembelajaran tersebut sehingga dapat diterapkan secara maksimal.