Skripsi
Perbandingan kinerja portofolio saham-saham dengan metode Sharpe, Treynor dan Jensen pada perusahaan LQ-45 tahun 2009-2011 / Hanif Satya Wicaksono
Abstrak
Kata Kunci indeks tunggal indeks sharpe indeks treynor indeks jensen kinerja portofolio saham Investor sebagai pemilik modal dana secara rasional akan memilih saham-saham yang dinilai efisien sebagai bentuk investasi dana yang dimiliki di pasar modal. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentuk portofolio yang optimal adalah dengan menggunakan model indeks tunggal. Setelah itu ada beberapa metode untuk mengevaluasi kinerja suatu portofolio yang dikaitkan dengan tingkat resiko yaitu metode Sharpe Treynor dan Jensen. Ketiga metode tersebut memiliki karakteristik pengukuran yang berbeda. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah ukuran kinerja yang diukur melalui ketiga metode tersebut memiliki kesamaan. Penelitian ini menggunakan data portofolio bulanan yang diperoleh dari data saham harian dari perusahaan-perusahaan yang selama periode januari 2009 hingga desember 2011 selalu tampil dalam saham-saham yang masuk dalam LQ 45. Data yang diperoleh untuk penelitian ini terdiri dari 31 perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut. Analisis yang dipergunakan untuk pembuktian hipotesis penelitian adalah uji beda Kruskall Wallish untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada ketiga nilai kinerja portofolio yakni nilai Sharpe Treynor dan Jensen. Portofolio dibentuk secara bulanan selama periode tiga tahun (2009-2011) dan menghasilkan 36 portofolio berdasarkan metode indeks tunggal. Hasil penelitian menghasilkan 36 bentuk portofolio selama 3 tahun. Transformasi z-score (standardized) digunakan terhadap skor kinerja pada ketiga metode pengukuran kinerja portofolio karena ketiganya tidak memiliki batasan skor yang sama. Pengujian dengan kruskal wallish mendapatkan tidak adanya perbedaan yang bermakna terhadap ketiga metode tersebut. Saran yang diberikan pada penelitian selanjutnya adalah perlunya penelitian yang dilakukan oleh peneliti selanjutnya terhadap kinerja pada dasar industri atau dunia usaha yang berbeda seperti misalnya pada reksa dana dan lain sebagainya. Kemudian bagi perusahaan yang bergerak di industri jasa investasi yakni lembaga reksadana dapat menelaah mengenai kehandalan dari metode pengukuran kinerja portofolio sebagai bahan perbandingan untuk pengambilan keputusan investasi optimal. Saran selanjutnya adalah bagi investor individual dapat mengukur kinerja portofolio dengan lebih luas yakni selain pada saham-saham perusahaan LQ45 untuk kemudian dibandingkan hasilnya bagaimana kinerja portofolio investasinya pada perusahaan non-LQ45.